Beranda Pemerintahan Pawai Budaya HUT ke-19 Kota Serang Digelar Malam, Ini Rutenya

Pawai Budaya HUT ke-19 Kota Serang Digelar Malam, Ini Rutenya

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri. (Adef/bantennews)

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengubah total konsep perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Untuk pertama kalinya, pawai budaya berlangsung pada malam hari dengan menjadikan kawasan Royal Baroe sebagai panggung budaya raksasa yang menampilkan ratusan pegiat seni dari seluruh Kota Serang.

Pawai budaya akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 setelah upacara penurunan Bendera Merah Putih. Peserta akan bergerak dari Korem 064/Maulana Yusuf, melintasi Jalan Tamansari, Royal Baroe, dan berakhir di Jalan Juhdi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan konsep pawai tahun ini meninggalkan pola lama yang didominasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemkot kini memberikan panggung utama kepada masyarakat.

Peserta berasal dari pegiat seni, peguron, sanggar budaya, kecamatan, hingga sekolah tingkat SMP dan SMA. Sementara OPD hanya berperan sebagai pendamping atau “orang tua asuh” bagi kelompok seni yang tampil.

“Pesertanya pegiat seni, peguron, sanggar, kecamatan, hingga sekolah. OPD bukan lagi peserta utama, melainkan menjadi orang tua asuh kelompok budaya,” kata Nuri, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, perubahan konsep itu bertujuan menjadikan pawai budaya sebagai identitas utama peringatan HUT Kota Serang sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.

“Kami ingin masyarakat selalu mengingat HUT Kota Serang sebagai perayaan budaya, bukan sekadar seremoni,” ujarnya.

Panitia mewajibkan seluruh peserta menampilkan budaya khas Banten, termasuk budaya Saung Patok yang menjadi salah satu ikon pawai tahun ini.

Panitia memperkirakan sebanyak 150 hingga 200 kelompok mendaftar. Namun, panitia tetap menyeleksi peserta agar seluruh rangkaian kegiatan selesai sesuai jadwal.

“Kalau pesertanya terlalu banyak, acaranya bisa selesai dini hari. Target kami seluruh rangkaian selesai sekitar pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Baca Juga :  Kiai 'Karismatik' Suyuti Toha Dukung Gus Farkhan Gantikan Posisi Gus Miftah

Pemkot Serang bersama Dinas Perhubungan dan Polres Serang Kota juga menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Ruas jalan dari Korem, Tamansari, Royal Baroe hingga Jalan Juhdi akan ditutup sementara mulai pukul 16.00 WIB, sedangkan pawai dimulai pukul 19.00 WIB.

“Kami menutup sementara jalur pawai agar kegiatan berlangsung aman dan lancar,” katanya.

Nuri menjelaskan, pelaksanaan pada malam hari dipilih agar peserta, terutama pelajar, tidak kelelahan akibat cuaca panas. Selain itu, suasana malam diyakini mampu memperkuat nilai artistik pertunjukan budaya.

“Royal Baroe akan terlihat lebih indah pada malam hari. Peserta juga bisa tampil lebih maksimal karena tidak kepanasan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan Royal Baroe dipilih karena lebih representatif dan mampu mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas dibanding lokasi sebelumnya.

“Kami sudah memetakan jalur bersama kepolisian. Rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan agar kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Yudi menambahkan, setiap kelompok hanya mendapat waktu sekitar dua menit untuk menampilkan atraksi agar seluruh peserta memperoleh kesempatan tampil dan pawai selesai sesuai jadwal.

Menurutnya, perubahan konsep ini juga membuka ruang lebih luas bagi komunitas seni dan budaya untuk menjadi wajah utama perayaan HUT Kota Serang.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd