Beranda Kesehatan Patuhi Protokol Kesehatan, Tim Bank Sampah Digital Terapkan 3M

Patuhi Protokol Kesehatan, Tim Bank Sampah Digital Terapkan 3M

266
0
Tim Bank Dampah Digital. (Afifah)

SERANG – Berdiri pada Februari 2020, Bank Sampah Digital langsung mengalami pukulan telak. Dampak wabah pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air pada awal Maret lalu dirasakan para pengelola Bank Samph Digital.

Hal ini terjadi lantaran institusi pendidikan sebagai target utama sasarannya, tak lagi bisa beroperasi seperti sedia kala karena wabah yang melanda.

“Sekolah-sekolah itu titik tujuan kita dari awal, karena jangkauan relasinya lebih luas. Tapi sekarang sulit dicapai. Padahal kita ingin menekankan gimana caranya SD, SMP, SMA, tidak membuang sampah sembarangan,” kata Mirda Fitriana, salah seorang jajaran pendiri Bank Sampah Digital, Kamis (15/10/2020).



Perubahan lainnya, dikatakan Mirda ialah sulitnya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait sampah kepada masyarakat.

Sosialisasi yang sebelumnya digencarkan di berbagai titik di Kota Serang kini harus dibatasi dan mengalihkan sasaran.

“Menyiasatinya sekarang kami nyasarnya satu titik tapi bisa dapat banyak. Seperti ke kelurahan, nanti biar diteruskan ke warga melalui bantuan RW,” ujarnya.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Sampah Digital, Iyadulloh juga menceritakan langkah yang diambil Bank Sampah Digital dalam menyikapi wabah Covid-19 yang masih berlangsung.

Perubahan tatanan kehidupan yang sangat cepat ini, membuat Bank Sampah Digital mengambil sikap untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

Memiliki agen dan mitra yang tersebar di 48 titik, dikatakan Iyad, kegiatan penimbangan bisa dilakukan hampir setiap hari oleh tim Bank Sampah Digital.

Mengharuskan pertemuan dengan orang luar, membuat pihaknya menjadikan 3M sebagai benteng perlindungan diri agar terhindar dari risiko penularan Covid-19.

“Setiap melakukan penimbangan di berbagai titik, kami mewajibkan tim yang bertugas, nasabah, dan pihak koordinator yang terlibat untuk pakai masker. Dari kami sendiri juga sudah bawa sabun dan hand sanitizer agar sering mencuci tangan,” kata Iyad.

Berlokasi di Perumnas Ciracas, Kota Serang, tim Bank Sampah Digital juga berupaya membangun lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi para pekerjanya.

Rutin mengonsumsi vitamin dan menjaga jarak di ruangan kerja menjadi bentuk langkah yang terus diupayakan. Hal ini dilakukan dalam meminimalisir risiko munculnya klaster baru dalam rantai penyebaran Covid-19. (Afifah/mg/red/SG)