Beranda Pemerintahan Pasokan Hewan Kurban di Banten Masih Bergantung dari Luar Daerah

Pasokan Hewan Kurban di Banten Masih Bergantung dari Luar Daerah

Penjual menunjukkan hewan kurban di lapaknya di Serang. (Iyus/bantennews)

SERANG — Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengakui Provinsi Banten masih bergantung pada pasokan hewan kurban dari luar daerah menjelang Idul Adha 2026. Produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen dari total kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 63.171 ekor.

Namun, peternak lokal hanya mampu menyediakan sekitar 11.969 ekor sapi, kambing, dan domba.

“Impor, dalam artian dari luar Banten ya, bukan dari luar negeri. Selama ini Banten hanya bisa memenuhi sekitar 19 persen dari total hewan kurban,” kata Ari, Senin (11/5/2026).

Menurut Ari, kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat sekitar tiga persen dibanding tahun lalu. Kondisi itu membuat Banten masih mengandalkan pasokan ternak dari daerah lain.

Ia menilai, Banten selama ini lebih dikenal sebagai daerah konsumsi ketimbang daerah produksi ternak. Karena itu, sapi, kambing, dan domba masih banyak didatangkan dari luar provinsi untuk memenuhi kebutuhan Iduladha.

Sementara untuk kerbau, Ari menyebut, produksi lokal masih mampu memenuhi kebutuhan karena jumlah permintaannya tidak terlalu besar.

“Minat berternak di Banten masih sedikit, meski potensinya ada, terutama di wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang. Namun karena minatnya masih terbatas, kami hanya mampu menyediakan segitu,” ujarnya.

Selain rendahnya minat beternak, Distan juga menyoroti maraknya pemotongan hewan betina produktif di tingkat peternak kecil. Kondisi itu dinilai mengganggu regenerasi ternak di Banten.

Menurut Ari, pemerintah sebenarnya terus mengingatkan peternak agar tidak memotong sapi betina produktif. Namun tekanan ekonomi membuat banyak peternak tetap menjual atau memotong ternaknya.

“Butuh buat anak sekolah atau buat apa, nah jadinya ya mereka potong juga. Banyak alasannya salah satunya itu,” katanya.

Baca Juga :  Lindungi Masyarakat Lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd