Beranda Pariwisata Pascatsunami Sektor Wisata di Pandeglang Masih Loyo

Pascatsunami Sektor Wisata di Pandeglang Masih Loyo

678
0
Sebuah kendaraan teronggok setelah tergerus gelombang tsunami di Kecamatan Sumur. (Foto : wahyu/bantennews)

PANDEGLANG – Pasca bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Kabupaten Pandeglang berimbas pada sektor pariwisata, hingga 27 hari pascatsunami belum terlihat geliat kegiatan usaha di sektor pariwisata.

Salah satu pengusaha wisata di Carita, Teja Heriana menuturkan, faktor sepinya usaha di sektor wisata kemungkinan besar karena wisatawan masih trauma atas musibah tsunami yang akhirnya membuat para wisatawan mengurungkan niat untuk berkunjung ke pantai.

“Masih terlihat sepi dari kegiatan. Faktor trauma dari masyarakat yang belum hilang, peran Pemkab yang belum terlihat, dan hotel/penginapan yang rusak dalam tahap perbaikan,” tutur Teja saat dihubungi Bantennews.co.id, Jumat (18/1/2019).



Pengusaha wisata yang terbilang senior ini juga mengatakan jika dirinya kurang yakin pada komitmen Pemkab dalam pemulihan pariwisata, bahkan ia menantang Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang untuk duduk bersama membahas terkait pemulihan sektor wisata.

“Kalau dari Kemenpar jelas, cuma pelaksanaannya yang kita belum dapat tau seperti apa, saya paling ga yakin kinerja dari Kadisparnya. Kapan mereka mau ketemu kita, berdiskusi dengan seluruh stakeholder pariwisata,” tandasnya.

Bahkan ia menilai program yang dirancang oleh Dispar Pandeglang tidak tepat sasaran, baik program yang di biayai dari DAK maupun APBD. Bahkan ia mengkritik wacana Kadispar terkait pembangunan rest area, menurutnya rest area itu bidangnya ada di Dinas Perhubungan bukan Dinas Pariwisata.

“Minimal ajak kita bicarakan bersama, utamanya pemilik hotel dan jasa pariwisata lainnya, jangan terlalu angkuh. Rest area itu menurut Kadispar dari DAK dan berada di Panimbang, itu program Dispar, kan harus nya Dishub” pungkasnya.

Teja menuntut jika tidak ada komitmen jelas dari Pemkab Pandeglang khususnya Dispar, sebaiknya Kadispar yang saat ini menjabat dicopot dari jabatannya.

“Saya pribadi sih minta diganti, kalau ASN itu pelayan, maka wajar kalo minta ganti pelayan. Terlambat recovery pariwisata, akan banyak masyarakat carita kehilangan mata pencaharian,” tambahnya. (Med/Red)