Beranda Pariwisata Pasca-Tsunami, Kemenpar Percepat Pemulihan Pariwisata Banten

Pasca-Tsunami, Kemenpar Percepat Pemulihan Pariwisata Banten

69
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

SERANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama instansi terkait dan pemangku kepentingan pariwisata menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mempercepat pemulihan (recovery) sektor pariwisata di sekitar Banten dan Lampung Selatan yang terkena musibah tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018.

Rencana aksi akan difokuskan untuk pemulihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak.

“Aksi pemulihan akan berlangsung dalam tiga bulan, 11 Januari-12 April 2019, kemudian dilanjutkan dengan program normalisasi pada sembilan bulan ke depan, 12 April hingga 31 Desember 2019,” kata Ketua Tim Crisis Center Kemenpar, Guntur Sakti, Kamis (10/1/2019).

Guntur menjelaskan, semua rencana aksi untuk mempercepat recovery pariwisata pascatsunami Selat Sunda akan dibahas dan dikoordinasikan bersama-sama dengan Pemprov Banten dan Lampung, serta instansi terkait lainnya, termasuk industri pariwisata di kedua wilayah yang terkena dampak.

“Di antara rencana aksi pemulihan tersebut, perlu ada relaksasi bagi industri pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait untuk memberi relaksasi di bidang keuangan termasuk cicilan ke bank. Ini sebagai salah satu aksi yang juga dilakukan di Bali dan Lombok ketika terkena musibah bencana gempa beberapa waktu lalu,” terang dia dilansir beritasatu.com.

Deputi Komisioner OJK Bidang Industri Keuangan dan Non Bank (IKNB) II M Ichsanuddin mengungkapkan, OJK tengah mempertimbangkan kebijakan keringanan bagi para debitur terdampak bencana Tsunami Selat Sunda.

“Kemungkinan ada relaksasi. Kalau di perusahaan pembiayaan tempat kami biasanya relaksasi itu di antaranya untuk angsuran jangan ada denda dulu yang berlangsung 3 hingga 24 bulan,” kata Ichsanuddin. (Red)