Beranda Bisnis Pasca Pencabutan BDPK, Direksi Bank Banten Janji Tak Akan Rush Money

Pasca Pencabutan BDPK, Direksi Bank Banten Janji Tak Akan Rush Money

Jajaran Komisaris dan Diresksi Bank Banten saat jumpa pers usai RUPST dan RUPSLB di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (20/5/2021). (Iyus/BantenNews.co.id)

SERANG – Jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten atau Bank Banten memastikan operasional Bank Banten sudah berjalan normal pasca pecabutan status Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2021. Bahkan, Bank Banten juga memastikan tak rush money.

Direktur Opersional Bank Banten, Denny Sorimulia Karim mengatakan, hal yang wajar jika masih ada timbul kekhawatiran dari para nasabah. Namun, pihaknya memastikan tak akan terjadi lagi rush money di Bank Banten.

“Tak akan terjadi lagi rush money. Malah yang terjadi saat ini jumlah tabungan nasabah mengalami kenaikan. Dan itu menunjukkan (adanya) respon positif dari para nasabah,” kata Denny saat jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (20/5/2021).

Berdasarkan fakta tersebut, lanjut Denny, grafik kepercayaan nasabah bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten itu mengalami peningkatan.

“Dan kalau melihat dari fakta yang ada tidak ada nasabah yang menunjukkan kekhawatiran adanya rush money,” jelasnya.

Saat ini, kata Denny, pihaknya terus berupaya memberikan kenyamanan pelayanan bagi para konsumen Bank Banten. Salah satunya, dengan beroperasinya Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Kami mencoba membuat kenyamanan, agar rush money tidak jadi kekhawatiran nasabah. ATM juga sudah mulai beroperasi. Walaupun kita masih membatasi nilai transaksinya,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabaruddin menjelaskan, Bank Banten siap melanjutkan transformasi untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta dukungan dan Pemegang Saham Pengendali Terakhir, Perseroan telah melakukan langkah strategis dalam upaya perbaikan struktur keuangan.

Perseroan berhasil mencatatkan milestone penting dengan mendapatkan penguatan permodalan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) dalam Aksi Korporasi Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI sebesar Rp1,55 triliun.

Hal tersebut berdampak pada peningkatan yang signifikan dengan ekuitas sebesar Rp1,36 triliun meningkat 147,77% dari tahun 2019 sebesar Rp549,53 miliar. Sehingga rasio Kewajiban Penyedia Modal Minimum (KPMM) Perseroan meningkat menjadi 34,75% dari tahun sebelumnya sebesar
9,01%.

“Persetujuan yang diberikan oleh otoritas perbankan terkait pencairan Dana Setoran Modal Bank Banten adalah cerminan dukungan dan kepercayaan yang besar dari Pemegang Saham Pengendali  Terakhir yaitu Pemerintah Provinsi Banten terhadap prospek usaha Bank Banten Karena Bank Banten adalah simbol kemandirian Provinsi Banten. Lokomotif kebangkitan perekonomian Banten,” jelas Agus.

Untuk menekan kerugian, lanjut Agus, Perseroan melanjutkan upaya peningkatan efisiensi terhadap pos-pos biaya. Perseroan juga memperbaiki kualitas aktiva produktif, melalui penjualan Aset yang Diambil Alih
(AYDA) dan pengelolaan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, penagihan, dan penjualan agunan.

“Dukungan permodalan yang semakin besar menjadi salah satu faktor bahwa pencapaian kinerja akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami berkomitment untuk mengakselesarsi transformasi digital dalam upaya membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya di tengah pandemi,” tuturnya.

Untuk itu, Agus menegaskan, Perseroan akan mengembangkan big data dan business intelligence, sehingga dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi pada masa mendatang.

“Kami juga akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan perusahaan financial technology (Fintech) untuk mengembangkan potensi bisnis usaha UMKM guna pertumbuhan perekonomian daerah Banten,” ujarnya.

(Mir/Red)