
SERANG-Pasca longsor yang terjadi di lereng Gunung Kaupas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa, 6 Januari 2026 kemarin, warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum hingga kini masih diungsikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan harta benda akibat peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan harta benda. Penyebabnya karena pergerakan alam,” kata Lutfi kepada BantenNews.co.id, Rabu (7/1/2025)
Meski tidak menimbulkan korban, BPBD bersama pemerintah daerah tetap mengungsikan warga yang bermukim di bawah lereng Gunung Kaupas, terutama pada malam hari. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko apabila terjadi longsor lanjutan.
Di Kampung Cibodas terdapat sekitar 504 warga. Sebagian warga menempati lokasi pengungsian yang disiapkan di sekolah dasar terdekat, sementara warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat di kampung lain.
“Tetapi untuk antisipasi, warga yang tinggal di bawah bukit Kaupas, kalau malam hari diungsikan ke SD MI. Tidak semuanya di lokasi pengungsian yg di siapkan, ada yg ngungsi ke tempat saudara,” ujar Lutfi.
Menurut dia, pengungsian bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Hingga kini, BPBD belum menetapkan sampai kapan warga harus bertahan di lokasi pengungsian.
“Belum ditentukan, lihat perkembangan,” kata Lutfi.
Lutfi juga mengungkapkan, saat ini terdapat 21 kecamatan di Provinsi Banten yang masuk dalam kategori rawan longsor. Di Kabupaten Serang meliputi Kecamatan Anyer, Mancak, Cinangka, dan Padarincang. Di Kabupaten Pandeglang mencakup Kecamatan Carita, Jiput, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Cadasari, dan Mandalawangi. Sementara di Kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Bojongmanik, Cimarga, Leuwidamar, Lebak Gedong, Cigembong, Cibeber, Bayah, Cihara, serta Panggarangan.
Diketahui, longsor di lereng Gunung Kaupas terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 10.40 WIB. Momen terjadinya longsor sempat direkam oleh warga dan beredar luas di media sosial.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi