KAB. SERANG – Pasca keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) puluhan siswa dan guru di Padarincang, Kabupaten Serang, baru-baru ini, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citasuk Padatincang 002 akhirnya dihentikan.
Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas membenarkan mulai, Senin (1/6/2026), operasional SPPG Citasuk Padarincang 002 disuspend atau dihentikan pasca keracunan puluhan murid dan guru.
Ia mengatakan, salah satu temuan menunjukkan makanan yang dikirim sekitar pukul 09.00 WIB baru dikonsumsi pada pukul 12.00 WIB dan disimpan di lokasi yang panas.
“Ada temuan makanan ditaruh di tempat panas. Dikirim jam 9, dimakan jam 12. Kemungkinan ada pengaruh dari kondisi itu,” kata Najib, Jumat (29/5/2026).
Meski begitu, lanjut Najib, hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan penyebab keracunan belum keluar. Sampel makanan masih menjalani pengujian di laboratorium Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta.
“Hasil laboratorium belum ada. Tadi kami juga menanyakan ke korwil, karena pemeriksaannya di laboratorium BGN Jakarta,” kata Najib.
Pemkab Serang memastikan seluruh siswa yang menjalani pengobatan akibat insiden tersebut mendapat pendampingan. Pemerintah juga menanggung biaya perawatan yang tidak tercover BPJS.
“Siswa yang berobat ditanggung pemerintah daerah untuk biaya yang tidak ditanggung BPJS, termasuk yang menjalani perawatan,” ujarnya.
Penghentian operasional dapur MBG berdampak langsung terhadap ribuan penerima manfaat. Selama masa suspend, dapur tidak mengirimkan makanan ke sekolah penerima program.
“Tidak ada pelayanan. Dapur juga istirahat karena fokus membenahi sarana IPAL dan fasilitas lainnya,” tegas Najib.
Kondisi itu membuat ribuan siswa yang sebelumnya menerima MBG sementara kehilangan akses program tersebut sampai dapur kembali beroperasi.
Najib mengungkapkan dapur MBG yang bermasalah sebenarnya mendistribusikan hampir 3.000 porsi makanan setiap hari. Namun kasus keracunan hanya muncul pada siswa di salah satu sekolah di Padarincang.
“Hampir 3.000 porsi dikirim setiap hari, tetapi yang mengalami keracunan hanya di SMA Padarincang,” katanya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
