Beranda Kesehatan Pasca Imunisasi Rubela, Siswa di Lebak Ini Sakit hingga Lumpuh

Pasca Imunisasi Rubela, Siswa di Lebak Ini Sakit hingga Lumpuh

104
0
Arul, siswa lumpuh di Lebak pasca imunisasi vaksi rubela. (foto:Ali)

LEBAK – Arul (12), siswa SDN 03 Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, alami lumpuh layu pasca terima vaksin suntik rubela. Pemberian vaksin dilakukan serentak oleh tenaga medis puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pada Oktober 2017 lalu.

Arul anak dari pasangan Jaka (46) dan Juju (44) duduk di kelas 5 kini hanya terbaring lemah beralaskan kasur yang digelar di tengah rumah berlantaikan bambu. Ketiadaan biaya membuat Jaka harus berjuang mengobati anaknya yang telah sakit selama dua bulan ini.

Menurut Jaka, sebelumnya Arul merupakan anak yang ceria dan memiliki semangat belajar yang besar. Arul dikenal sebagai anak yang rajin dan periang di sekolah serta memiliki keinginan kuat bersekolah.

Gejala aneh dialami Arul pasca mendapatkan vaksin suntik Oktober 2017 lalu. Dua hari setelah divaksin, Arul mengalami gejala tak biasa. Tubuhnya menjadi panas dan kejang. Meski kerap sakit-sakitan, Arul masih tetap bersekolah seperti biasa. Namun sayang keinginan Arul untuk tetap belajar dan bercengkrama bersama teman sebayanya sirna. Arul divonis oleh dokter mengidap penyakit kelainan darah putih (Leukimia) setelah jatuh sakit dan menjalani perawatan di RSUD Malingping.

“Setelah mendapat vaksin di sekolahnya, sempat jatuh sakit dan mengalami kejang disertai deman tinggi, selama beberapa hari, setelah itu bersekolah lagi seperti biasa,” Kata Jaka di rumahnya, Selasa (24/7/2018)

Dua bulan lalu Arul jatuh sakit dan merasakan panas tak biasa di bagian persendian lutut kaki, hingga tak mampu berjalan sama sekali. Berat badannya turut menurun drastis, hingga berobat ke RSUD Malingping dokter menyarankan untuk dirawat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. Sementara keterangan dokter mendiagnosa Arul mengidap penyakit Leukimia disarankan untuk dirawat di RSCM Jakarta Pusat.

Jaka mengaku, meski menjadi peserta BPJS yang digratiskan mendapat pelayanan berobat di rumah sakit, namun ketiadaan biaya opersional selama mendapat pengobatan niatnya terpaksa diurungkan. Ia memilih Arul dirawat di kampung dengan obat seadanya. Meski demikian petugas kesehatan setempat terus melakukan pendampingan terhadap Arul.

Menurutnya, entah penyebab efek vaksin atau penyakit bawaan yang diderita Arul, dirinya tak dapat memastikan, hanya berharap bocah kecilnya bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Di tempat yang sama, Yati Nurlaela, Kepala SDN 03 Parungpanjang, saat tengah berkunjung ke rumah Arul mengungkapkan, sakit keras yang dialami anak didiknya tersebut terjadi setelah sekira  bulan Ramadan lalu. Sebelumnya Arul masih bersekolah seperti biasa pasca mendapat vaksin rubela.

“Saya baru tahu kabarnya Arul sakit dua minggu ini, bahwa Arul menderita sakit keras dan tidak masuk sekolah. tidak tahu persis penyebabnya, makanya saya kesini berniat menjenguk Arul,” ungkapnya

Saat ditanya, pemberian vaksin rubela di sekolahnya, seingatnya di dalam daftar tamu sekolah, pemberian vaksin rubela serentak tersebut diberikan pada Oktober 2017 lalu. Namun dirinya mengaku tidak mendapat laporan bahwa dua hari pasca pemberian vaksin arul mengalami demam disertai kejang. (Tra/Ali/Red)