Beranda Kesehatan Pasca Idul Adha, Waspadai Lonjakan Kolesterol dan Asam Urat Akibat Konsumsi Daging...

Pasca Idul Adha, Waspadai Lonjakan Kolesterol dan Asam Urat Akibat Konsumsi Daging Berlebihan

Ilustrasi menyantap hidangan Hari Raya Idul Adha. (AI-Net)

SERANG – Euforia Hari Raya Idul Adha sering kali berlanjut di meja makan. Stok daging kurban yang melimpah membuat banyak keluarga mengonsumsi sate, gulai, tongseng, hingga semur selama berhari-hari.

Namun, di balik kenikmatan tersebut, ancaman gangguan kesehatan mengintai jika konsumsi daging tidak terkendali.

Dokter dan ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk mulai kembali menerapkan pola makan seimbang setelah perayaan Idul Adha.

Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu kenaikan kadar kolesterol, asam urat, tekanan darah, hingga gangguan pencernaan.

Daging sapi dan kambing memang menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun kandungan lemak jenuh dan purin yang cukup tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan terus-menerus.

Risiko tersebut semakin besar ketika daging diolah dengan santan atau dikombinasikan dengan jeroan yang mengandung kolesterol tinggi.

Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan nyeri sendi, pusing, hingga gangguan lambung beberapa hari setelah Idul Adha akibat pola makan yang tidak terkontrol.

Karena itu, masyarakat disarankan mulai mengurangi porsi konsumsi daging dan memperbanyak asupan sayur serta buah-buahan. Kandungan serat dalam sayur dan buah membantu menyeimbangkan metabolisme tubuh sekaligus memperlancar sistem pencernaan.

Selain menjaga pola makan, konsumsi air putih yang cukup juga menjadi faktor penting. Asupan cairan membantu tubuh mengolah protein dan membuang zat sisa metabolisme yang dapat memicu peningkatan asam urat.

Aktivitas fisik juga tidak boleh diabaikan. Berjalan kaki, bersepeda, jogging, atau olahraga ringan selama 30 menit setiap hari dapat membantu membakar kalori dan menjaga kesehatan jantung setelah tubuh menerima asupan lemak dan protein dalam jumlah lebih tinggi dari biasanya.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan seperti nyeri sendi mendadak, tekanan darah meningkat, nyeri dada, sesak napas, atau gangguan pencernaan berkepanjangan. Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan.

Baca Juga :  WH : Sekolah Tatap Muka Harus Penuhi Standar Protokol Kesehatan

Selain pola konsumsi, cara penyimpanan daging kurban juga menjadi perhatian. Daging sebaiknya disimpan dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak dan tidak berulang kali dicairkan lalu dibekukan kembali karena dapat menurunkan kualitas serta meningkatkan risiko kontaminasi.

Momentum Idul Adha sejatinya bukan hanya tentang melimpahnya hidangan berbahan daging, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan hidup.

Menikmati hasil kurban tetap penting, namun menjaga kesehatan tubuh setelah hari raya tidak kalah penting agar berkah Idul Adha tidak berubah menjadi masalah kesehatan.

Tim Redaksi