Beranda Bisnis Pasca Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil

Pasca Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil

Petugas Diskoperindag Kabupaten Serang memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Baros. (Istimewa)

KAB. SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil usai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hasil pemantauan di Pasar Baros pada Selasa (2/6/2026), menunjukkan sebagian besar komoditas tidak mengalami gejolak harga.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, stabilitas harga masih terjaga meski aktivitas perdagangan meningkat selama dan setelah Idul Adha.

“Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Baros, harga kebutuhan pokok terbilang stabil pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” kata Titi dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Harga beras premium IR 64 KW I bertahan di angka Rp14 ribu per kilogram, sedangkan IR 64 KW II berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram. Beras SPHP dijual Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan lima kilogram. Gula pasir curah juga masih bertahan di harga Rp18 ribu per kilogram.

Pada komoditas minyak goreng, harga minyak kemasan premium mencapai Rp21 ribu per liter, Minyak Kita Rp15.700 per liter, dan minyak curah Rp18 ribu per liter.

Sementara itu, harga daging sapi murni tercatat Rp140 ribu per kilogram, daging sapi beku Rp110 ribu per kilogram, dan tetelan sapi Rp70 ribu per kilogram.

Daging ayam broiler dijual Rp36 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp26 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam kampung mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Harga cabai masih berada pada level tinggi. Cabai rawit merah menembus Rp80 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp65 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp55 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp50 ribu per kilogram.

Untuk kelompok bawang, pedagang menjual bawang merah Rp45 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, dan bawang bombay Rp35 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Warga Pendatang Baru di Tangsel Bakal Didata

Diskoumperindag mencatat kenaikan harga pada komoditas tomat. Harga tomat naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram. Pedagang mengaku kenaikan terjadi akibat harga pasokan dari pasar induk yang meningkat.

“Pasokan masih tersedia, tetapi harga dari pasar induk naik sehingga harga jual ikut naik,” ujar Titi.

Selain tomat, harga LPG subsidi 3 kilogram juga masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah menetapkan HET sebesar Rp19 ribu per tabung, namun pedagang menjualnya di kisaran Rp21 ribu per tabung.

Di sisi lain, sejumlah kebutuhan pangan lain masih relatif terjangkau. Kentang dijual Rp6 ribu per kilogram, ubi jalar Rp7 ribu per kilogram, kangkung Rp3 ribu per ikat, tahu putih Rp10 ribu per kilogram, dan tempe Rp15 ribu per kilogram.

Diskoumperindag Kabupaten Serang memastikan terus memantau perkembangan harga untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah