
LEBAK – Sejumlah pedagang di Pasar Semi, Kabupaten Lebak, kembali berjualan di luar gedung karena seluruh lapak di dalam pasar sudah terisi. Kondisi itu memicu keluhan pedagang resmi yang mengaku omzet mereka terus menurun.
Salah seorang pedagang, Hafid, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan pedagang di luar lapak resmi membuat pembeli enggan masuk ke dalam pasar.
“Asli ngaruh banget, omzet jadi menurun karena dengan adanya pedagang di luar, para pembeli nggak belanja di dalam,” kata Hafid kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Hafid menjelaskan, keterbatasan kapasitas menjadi alasan utama pedagang memilih berjualan di luar gedung.
“Iya penuh, tapi itu khusus lahan yang kering. Kalau lahan basah tidak dimaksimalkan mengingat kebersihan harus benar-benar terjaga,” ungkapnya.
Menurut Hafid, banyak pedagang membawa stok dagangan dalam jumlah besar sehingga satu meja di lapak resmi tidak mampu menampung seluruh barang dagangan.
“Mereka biasanya dagangannya banyak, sementara mejanya hanya satu, nggak cukup,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Lebak, Yani, mengatakan pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 untuk memperluas gedung Pasar Semi.
“Betul, di anggaran APBD murni sudah kami usulkan. Tapi untuk realisasinya kami masih menunggu arahan pimpinan, sampai saat ini belum ada arahan,” katanya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd