Beranda Bisnis Pasar Milik Pemkab Tangerang Semakin Sepi, Diduga Akibat Muncul Pasar Ilegal

Pasar Milik Pemkab Tangerang Semakin Sepi, Diduga Akibat Muncul Pasar Ilegal

242
0
PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kampung Melayu Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

KAB TANGERANG – Omset PD Pasar Niaga Kerta Raharja Kampung Melayu Kecamatan Teluknaga selalu menurun diduga gara-gara banyak muncul pasar dadakan yang patut dipertanyakan legalitasnya.

Dikatakan aktivis KAMPAKMAS RI Ahmad Yani, perusahaan plat merah milik Pemkab itu semakin jauh diminati masyarakat. Berdampak pula kepada pelaku usaha yang gulung tikar, kios yang mereka sewa tidak sanggup bayar.

“Padahal BUMD itu maju mundurnya tanggung jawab pemerintah daerah. Nyaris saya lihat seolah Pemkab ini menutup mata dalam persoalan yang dihadapi PD Pasar Kampung Melayu,” kata Yani.

Lanjutnya, bahwa PD Pasar Niaga Kerta Raharja telah sepuluh tahun tidak berkembang bahkan kini terang Yani diambang batas kehancuran. Ia menuding akibat beredar pasar pesaing sekitar seperti Pasar Komplek Garuda.

“Berharap ada solusi yang permanen untuk memajukan perusahaan BUMD itu. Perlu dobrakan inovasi untuk meningkatkan minat masyarakat agar berbelanja disana,” harapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail merespon hiruk pikuk persoalan BUMD. Jika segoyanya Pemkab telah menyediakan sarana pasar untuk masyarakat yang legal. Kemudian muncul pasar-pasar dadakan yang tidak resmi, Menurut dia, melihat sejauh mana kepatuhan masyarakat dalam aturan.

“Kita melihat sebetulnya banyak program pemkab yang bagus. Tapi disini kita lihat banyak yang dilanggar juga. Nanti kita akan panggil pihak devloper sebenernya peruntukannya untuk apa,” kata Kholid.

“Kalau diperuntukan untuk perumahan, pakai dong untuk perumahan. Jangan sampai jadi bisnis pasar tradisional,” sambungnya.

(Tra/Ren/Red)