
TANGERANG – Kampung Keramba RW 22, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, memulai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan panen raya sekitar 200 kilogram ikan patin hasil budidaya keramba. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana warga memanfaatkan ruang lingkungan untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Panen raya itu dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Maryono. Dalam kesempatan tersebut, ia menilai keberhasilan budidaya ikan tidak hanya menunjukkan hasil produksi, tetapi juga mencerminkan kemampuan masyarakat mengelola potensi lingkungan secara mandiri.
Menurut Maryono, inisiatif yang lahir dari warga seperti di Kampung Keramba dapat menjadi contoh pengembangan wilayah berbasis partisipasi masyarakat tanpa harus bergantung pada program berskala besar.
“Saya melihat sendiri bagaimana warga di sini semakin kompak dan mampu memaksimalkan potensi yang ada. Ini luar biasa, karena dari lingkungan sendiri bisa lahir kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Maryono, Sabtu (1/8/2026).
Ia menilai budidaya ikan patin tersebut memiliki dampak lebih luas karena berkaitan dengan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga.
“Jangan hanya melihat kampung sebagai tempat tinggal, tetapi bagaimana kampung bisa menjadi ruang untuk berkarya, berproduksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan itu, warga juga melibatkan pegiat Bank Sampah Kota Tangerang Wilayah Barat yang mencakup Kecamatan Periuk, Karawaci, Jatiuwung, dan Cibodas. Kolaborasi tersebut dinilai memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Maryono, meningkatnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan membuka peluang lahirnya berbagai kegiatan produktif, termasuk budidaya perikanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain panen ikan, warga menggelar sejumlah kegiatan lingkungan dan peringatan Bulan Kemerdekaan yang diikuti masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan itu menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan permukiman.
Maryono berharap model pengembangan Kampung Keramba dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Tangerang dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki masing-masing kawasan. Menurutnya, pengembangan kampung berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu cara mendorong produktivitas masyarakat dari tingkat lingkungan.
Tim Redaksi