Beranda Opini Pandemi Mendorong Inovasi

Pandemi Mendorong Inovasi

Ilustrasi - foto istimewa detik.com

Oleh : Dedetia, Mahasiswa Prodi Sekretari Unpam

Saat ini kita sudah memasuki awal tahun 2021, tetapi kasus pandemic Covid-19 belum juga menemukan titik terang penyelesaiannya. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pandemic yang terjadi di Indonesia, salah satunya yaitu dalam sector pekerjaan dan pendapatan. Banyak sekali karyawan yang terpaksa harus diberhentikan akibat pemberlakuan PSBB oleh pemerintah.

Pemberlakuan PSBB oleh pemerintah yaitu betujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Sebelumnya PSBB hanya diberlakukan dikota-kota besar seperti DKI Jakarta. DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang disetujui untuk menerapkan PSBB oleh Menkes Terawan setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19. Setelah itu menyusul beberapa kota-kota besar yang diberlakukan PSBB.





Tentu saja hal itu menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan masyarakat, ditambah isu-isu tentang Covid-19 yang cepat menyebar luas baik melalui media massa maupun media lain. Sektor ketenagakerjaan adalah sector yang paling banyak dikhawatirkan oleh masyarakat. Karena banyak isu-isu bahwa akibat dari penerapan PSBB yaitu diawali dengan dirumahkannya para karyawan,lalu diberlakukan pemutusan hubungan kerja karena menurunnya tingkat produksi  perusahaan tersebut bahkan berhenti berproduksi.

Supaya tidak mati, berbagai perusahaan melakukan hibernasi dengan cara mengepompong. Mereka menghemat sebanyak mungkin sumber daya untuk waktu entah kapan kondisi pandemi bisa disebut aman. Mengembalikan ekosistem ekonomi yang telanjur rusak sama beratnya dengan perang melawan pandemi itu sendiri.

Namun optimisme belum mati. Organisasi akan terus beradaptasi di masa sulit. Mengurangi beban biaya selama masa hibernasi adalah adaptasi yang paling sederhana dan konvensional yang banyak dilakukan. Adaptasi yang lebih maju pada saat sulit adalah dengan melakukan berbagai inovasi: suatu tindakan kreatif yang sistematis, terencana dengan proyeksi masa depan, dan ukuran supply demand. Bahkan inovasi tetap dilakukan meski tanpa demand saat ini atau suatu saat nanti, karena keyakinan bahwa supply akan menciptakan demand.

Salah satu yang terkena dampak pendemi tersebut dalam sektor pekerjaan yaitu keluarga saya sendiri. Ada salah satu kaka laki-laki saya terpaksa harus dirumahkan karena pengurangan jam kerja perusahaan tersebut, sehingga berdampak pada ekonomi keluarganya. Disela-sela keterpurukannya beliau pun mulai berinovasi dan mencari ide bagaimana cara menstabilkan kembali pendapatan keluarganya.

Sehingga munculah ide untuk berjualan minuman tradisonal yaitu berjualan  Es Cendol. Beliau pun memulai usahanya dengan berjualan dirumah dengan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan social media yang ia miliki. Setelah beberapa pekan beliau memulai usahannya ternyata  pendapatnnya tidak signifikan sehingga ia pun harus mencari inovasi baru untuk meningkatkan penjualannya.

Munculah inovasi baru yaitu berjualan Es Cendol dengan berbagai rasa seperti Es cendol Durian dan nangka. Dan diluar ekspektasi ternyata inovasi tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Yang awalnya hanya berjualan es Cendol yang biasa atau rasa original pada umumnya sekarang biasa menikmati dengan campuran rasa lain yang lebih nikmat. Dan Alhamdulillah penjualannya lebih banyak dari pada sebelumnya.

Selain kaka saya tersebut masih banyak diluaran sana yang mulai berinovasi akibat pandemic yang sedang terjadi. Banyak kalangan masyarat beralih profesi menjadi penjual yang memanfaatkan media social. Mulai banyak bermunculan ide-ide atau inovasi baru yang bermunculan mulai dari pakaian,pernak pernik, bahkan kuliner.

Dan Banyak sekali Masyarakat yang berlomba lomba memunculkan inovasi baru yang mampu bersaing dipasaran. Pemerintah pun membatu masyarakat untuk menumbuhkan inovasi baru dengan cara melakukan seminar seminar mengenai kewirausahaan. Dalam webinar itu dijelaskan bagaimana cara untuk memajukan usaha terssebut khusunya untuk UMKM. Pemerintah pun mulai gencar melakukan penyuluhan terhadap UMKM Untuk membantu mengembangkan usahanya tersebut.

UMKM dan UKM mempunyai kesempatan dalam mengeksekusi ide yang baru serta unik. Hal ini tentu karena cara operasionalnya tak serumit perusahaan besar. Hanya dengan menemukan ide yang segar, maka pelaku UMKM tersebut dapat lebih mudah dalam merogoh pasaran dan menarik minat dari para calon pelanggan usaha kecil menengah untuk membeli produk yang kita jual.

Pada saat pandemi, kebutuhan yang harus dipenuhi oleh UKM adalah keuangan, pendampingan dan konsultasi bisnis serta alat produksi. Sementara pada saat pemulihan, kebutuhan yang harus dipenuhi adalah keuangan, pendampingan dan konsultasi bisnis serta perizinan dan regulasi bisnis.

Sejatinya setiap manusi memiliki ide dan inovasi pada dirinya masing-masing, tapi itu semua dapat terwujud sesuai dengan cara bagaimana ia menyalurkan idenya tersebut. adi dengan adanya pandemi yang terjadi sekarang ini kita diharuskan untuk mengembangkan diri termasuk dalam berwirausaha.

(***)