Beranda Pemerintahan Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran di Banten Diprediksi Bertambah

Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran di Banten Diprediksi Bertambah

Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Al Hamidi. (Iyus/bantennews.co.id)

SERANG – Angka pengangguran di Provinsi Banten diprediksi akan terus bertambah. Hal itu mengingat pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, selama pandemi Covid-19 setidaknya 30 ribu pekerja telah dirumahkan dan 19 ribu pekerja terkenda Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan 72 perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten sudah tutup dan sebagian memilih pindah ke Jawa Tengah untuk menghindari tingginya Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) di Tanah Jawara ini.

Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Al Hamidi mengatakan, selama pandemi ini belum berakhir, pihaknya memastikan jumlah pekerja yang di PHK akan terus bertambah banyak. Selain itu, sejumlah perusahaan terpaksa tutup dan pindah ke luar daerah karena situasi perekonomian di tengah pandemi yang makin sulit.





“Dampak pandemi Covid-19 gelombang pemutusan hubungan kerja PHK di Provinsi Banten terus meningkat. Ini dampak serius bagi sektor pekerja. Selama masa pandemi ini saja sudah 72 perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten sudah tutup dan sebagian memilih pindah ke jawa tengah untuk menghindari tingginya upah pekerja di daerah ini,” kata Al Hamidi, Selasa (29/9/2020).

Al Hamidi menjelaskan, jumlah pekerja yang terdampak oleh pandemi selama ini sebanyak 30 ribu orang pekerja telah di rumahkan dan 19 ribu telah di PHK oleh perusahaan. Dirinya mengaku, Disnakertrans telah berupaya untuk mengatasi ini, salah satunya dengan melakukan penempatan kerja ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri.

“Tapi masalahnya upaya itu belum sebanding dengan gelombang PHK yang tiap bulan kian bertambah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Al Hamidi mengungkapkan, terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi penyebab lain meningkatnya angka pengangguran di Banten pada masa pendemi Covid-19.

“Pencari kerja yang di-PHK akibat pandemi cukup banyak. Tapi kita juga punya upaya lain salah satunya kita membuat kesepakatan kerja sama dengan BBLKI (Balai Besar Latihan Kerja Indonesia) setempat untuk mengurangi tingkat pengangguran di tengah pandemi ini,” ujar Al Hamidi. (Mir/Red)