
PANDEGLANG – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pandeglang memicu sejumlah bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. Sedikitnya 422 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, enam rumah roboh tertimpa pohon akibat angin kencang, serta arus lalu lintas di Jalan Raya Panimbang–Sumur sempat tersendat akibat tertutup material longsor.
Berdasarkan data Pusat Data dan Laporan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, banjir terjadi di Kecamatan Patia, tepatnya di Desa Idaman. Banjir merendam empat kampung, yakni Kampung Tajur, Kampung Karang Tengah, Kampung Sindangrahayu, dan Kampung Tongkol.
Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Carita. Di Desa Carita, banjir merendam Kampung Pasawahan, sementara di Desa Banjarmasin air menggenangi Kampung Kebon Kelapa.
Sementara bencana angin kencang mengakibatkan dua rumah roboh di Kampung Tari Kolot dan Kampung Ganjur, Desa Sodong, Kecamatan Saketi. Di Kecamatan Kaduhejo, tercatat tiga rumah roboh akibat angin kencang. Sedangkan di Kecamatan Picung, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan serupa.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan tim reaksi cepat BPBDPK saat ini tengah melakukan monitoring ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan asesmen serta penyaluran bantuan logistik.
“Untuk banjir kali ini memang tidak separah tahun lalu, namun terjadi peningkatan debit air Sungai Cilemer yang berdampak ke permukiman. Curah hujan tinggi dan durasi hujan yang lama menjadi penyebabnya. Di Desa Idaman sendiri, baru sekitar empat kampung yang terdampak,” ujar Nana Mulyana yang akrab disapa Abah Uden, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi.
“Ketinggian air sekitar 30 sampai 50 sentimeter. Warga masih bertahan di rumah karena sebagian rumah sudah ditinggikan. Logistik sudah kami salurkan ke Desa Idaman dan kami siagakan dua tim, masing-masing terdiri dari empat personel,” jelasnya.
Abah Uden juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan disertai angin kencang.
“Masyarakat harus tetap waspada karena kondisi cuaca saat ini masih hujan dan kadang disertai angin kencang,” pungkasnya.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo