CILEGON – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengimbau para guru untuk menjauhi pinjaman online (pinjol). Imbauan ini disampaikan menanggapi data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan bahwa kelompok guru menjadi paling banyak terjerat pinjol, mencapai 42 persen.
“Jangan sampai guru-guru menggunakan pinjol, karena itu luar biasa bahayanya. Bunganya berlipat-lipat dan akan sangat membebani,” kata Heni usai peringatan HUT PGRI ke-80 di Alun-alun Cilegon, Senin (24/11/2025).
Meski demikian, Heni menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait guru di Cilegon yang terjerat pinjol atau kasus serupa.
Untuk mencegah hal tersebut, ia mengajak para guru mengatur keuangan dengan membelanjakan pendapatan secara bijak.
“Jangan besar pasak daripada tiang. Belanjakan sesuai dengan pendapatan yang ada untuk kebutuhan,” ujarnya.
Heni juga mengingatkan guru agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif.
“Guru harus bisa bergaya hidup sesuai pendapatannya. Jangan berlebihan, jangan konsumtif, dan jangan selalu klik keranjang kuning,” tutupnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
