
KAB. TANGERANG — Badan Nasional Penanggulanhan Bencana (BNPB) turun langsung menangani kebakaran hebat di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Kebakaran mulai terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga Rabu (1/7/2026) sore, api masih terus berkobar dan meluas ke sejumlah titik.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing. Kedua helikopter itu sudah tiba di Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, untuk pemasangan bucket sebelum diterbangkan ke lokasi kebakaran.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan, mengatakan armada pemadam darat belum mampu menjangkau sumber api yang berada di bawah timbunan sampah.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat helikopter bisa segera bergeser ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Djohan saat meninjau TPA Jatiwaringin, Rabu (1/7/2026).
Selain helikopter, BNPB juga meminta seluruh unsur terkait siaga penuh di sekitar area TPA.
Pemerintah daerah dan dinas terkait diminta memastikan kesiapan layanan kesehatan serta skema evakuasi jika kondisi membahayakan warga sekitar.
Djohan menegaskan, embusan angin kencang membuat asap semakin pekat dan memperburuk situasi.
“Dengan kondisi angin yang cukup kencang, asap semakin pekat. Kami berharap helikopter segera beroperasi,” ujarnya.
BNPB juga menyiagakan satu hingga dua unit operasi BMKG untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai langkah antisipasi.
Namun, operasi TMC bergantung pada kondisi awan di wilayah tersebut.
“Kami menunggu informasi dari BMKG terkait keberadaan awan. TMC butuh awan untuk proses penyemaian garam. Pusat dan daerah harus bergerak cepat,” tegas Djohan.
Dari pantauan di lapangan, titik api terus meluas di area TPA seluas sekitar 33 hektare.
Kobaran api tampak menyala di atas gunungan sampah, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyelimuti hampir seluruh kawasan.
Petugas dari BPBD Kabupaten Tangerang bersama BPBD Provinsi Banten terus berupaya memadamkan api.
Namun, proses pemadaman terkendala akses yang terbatas, cuaca panas, dan angin kencang.
Kondisi itu membuat api cepat merambat ke area lain. Bahkan, beberapa titik yang sempat padam kembali menyala.
Petugas menduga bara api masih membakar tumpukan sampah di bagian bawah sehingga terus memicu kobaran baru di permukaan.
Lebih dari 24 jam setelah kebakaran terjadi, petugas masih berjibaku agar api tidak semakin meluas.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd