
CILEGON – PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) resmi mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Perseroan, Choi Kyoungyoon, di tengah lonjakan signifikan harga saham perusahaan. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Selasa (23/12/2025).
“Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Bapak Choi Kyoungyoon selaku Direktur Utama Perseroan, sebagaimana dinyatakan dalam surat tanggal 19 Desember 2025,” ujar manajemen FPNI dalam pernyataan resminya mengutip idnfinancials.com.
Choi Kyoungyoon merupakan salah satu dari dua warga negara Korea Selatan yang menduduki jajaran manajemen puncak FPNI. Satu nama lainnya, Jang Seon Pyo, saat ini masih tercatat sebagai Presiden Komisaris Perseroan.
Menariknya, Choi baru genap satu tahun menjabat sebagai Direktur Utama sejak Desember 2024. Ia memulai karier di Lotte Chemical Corporation pada Juli 2012 dan kemudian aktif di FPNI sejak Januari 2021 dengan mengemban berbagai posisi strategis setingkat General Manager.
Manajemen FPNI menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar paling lambat 90 hari sejak surat pengunduran diri diterima.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah euforia pasar terhadap saham FPNI. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham perusahaan meroket hingga 381,77 persen, ditutup di level Rp925 pada akhir perdagangan Selasa (23/12/2025). Bahkan sebelumnya, saham FPNI sempat menyentuh level tertinggi Rp1.725 per lembar pada Kamis, 4 Desember 2025, setelah reli panjang sejak awal November.
Lonjakan tersebut tak lepas dari diresmikannya Pabrik Lotte Chemical di Kota Cilegon, Banten, pada awal November 2025. Pabrik yang sempat mangkrak selama hampir enam tahun itu kini kembali beroperasi dan menjadi salah satu katalis utama sentimen positif pasar terhadap FPNI.
Kota Cilegon sendiri dikenal sebagai jantung industri kimia nasional, dengan kehadiran sejumlah perusahaan besar di sektor petrokimia dan kimia dasar. Selain PT Lotte Chemical Titan Tbk, kawasan industri Cilegon juga dihuni oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Asahimas Chemical, PT Mitsubishi Chemical Indonesia, PT Sulfindo Adi Usaha, serta PT Krakatau Steel Group yang menopang rantai pasok industri kimia dan baja.
Dengan beroperasinya kembali pabrik Lotte Chemical, Cilegon semakin mengukuhkan posisinya sebagai klaster strategis industri kimia di Banten, sekaligus menjadi magnet investasi sektor manufaktur berorientasi ekspor.
Namun demikian, mundurnya Direktur Utama di tengah tren positif saham memunculkan tanda tanya di kalangan pelaku pasar terkait arah kepemimpinan dan strategi lanjutan FPNI, khususnya dalam menjaga momentum pasca-reaktivasi pabrik dan dinamika industri kimia global yang masih penuh tantangan.
Tim Redaksi