PANDEGLANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang menyoroti lemahnya pengawasan orang tua (Ortu) terhadap anak. Kondisi ini dinilai dapat memicu kenakalan remaja hingga anak bolos sekolah.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Firmansyah mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan mengawasi aktivitas anak sehari-hari.
Menurutnya, banyak orang tua di Pandeglang yang bekerja di luar daerah sehingga anak terpaksa dititipkan kepada kakek atau nenek. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap anak tidak maksimal.
“Terbentuk atau tidaknya kepribadian anak sangat tergantung pada didikan orang tuanya karena pengawasan utama tentu berada di dalam rumah. Banyak orang tua bekerja di luar Pandeglang dan menitipkan anaknya kepada neneknya sehingga pengawasan terhadap aktivitas sekolah menjadi berkurang,” kata Firmansyah, Jumat (24/7/2026).
Dia menuturkan, pihaknya masih menemukan persoalan anak yang membolos atau tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Bahkan, ada anak yang diketahui berangkat dari rumah, tetapi tidak sampai ke ruang kelas.
“Anak berangkat sekolah, tapi ternyata tidak sampai ke sekolah. Ini salah satu akibat kurangnya pengawasan,” katanya.
Firmansyah menilai, pola pengasuhan anak yang sepenuhnya diserahkan kepada kakek atau nenek juga berpotensi menimbulkan perbedaan pola didik. Terlebih, komunikasi antara orang tua, pengasuh, dan pihak sekolah tidak berjalan dengan baik.
Karena itu, dia meminta orang tua tetap aktif memantau perkembangan anak meski bekerja di luar daerah. Orang tua diharapkan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan mengecek kondisi anak secara langsung.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih peduli dan tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada neneknya tanpa pengawasan berkala. Hubungan komunikasi yang intensif antara orang tua dan anak mutlak diperlukan agar karakter positif mereka tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Menurut Firmansyah, pengawasan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak terjerumus dalam pergaulan bebas, perundungan, maupun penyalahgunaan gawai.
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 pun menjadi momentum bagi Pemkab Pandeglang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan dan pengasuhan anak.
Puncak peringatan HAN tingkat Kabupaten Pandeglang dipusatkan di Pendopo Pandeglang dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan edukatif.
Pemerintah berharap momentum tersebut dapat mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak demi mewujudkan Generasi Emas 2045.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
