
SERANG – Sedikitnya 15 anak dilaporkan terpisah dari orang tuanya di kawasan wisata Pantai Anyar, Kabupaten Serang, pada hari ketiga setelah Lebaran, Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu pagi hingga sore hari di satu lokasi wisata pantai yang dipadati pengunjung.
Ketua Balawisata Kabupaten Serang, Sahrudin, mengatakan tingginya jumlah wisatawan membuat petugas kewalahan dalam melakukan pengawasan, terutama saat harus memberikan pertolongan kepada pengunjung yang mengalami kesulitan.
“Tahun ini cukup luar biasa. Kami sempat kelelahan dan kewalahan dalam penanganan di lapangan,” kata Sahrudin kepada BantenNews.co.id.
Ia menjelaskan, penanganan di lapangan turut dibantu oleh personel Polairud Polda Banten. Wisatawan yang datang didominasi dari luar daerah, seperti Bogor, Bandung, dan Depok.
Menurutnya, kepadatan pengunjung meningkatkan potensi anak-anak terpisah dari keluarga atau rombongan.
Salah satu kasus terjadi pada seorang anak asal Bogor yang sempat hilang dari pengawasan orang tuanya. Petugas melakukan penyisiran hingga akhirnya anak tersebut berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Balawisata juga telah mengimbau para pengelola tempat wisata untuk lebih aktif memberikan peringatan kepada pengunjung sejak pintu masuk. Wisatawan diminta meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar bibir pantai.
Sebelumnya, pada H+2 Lebaran, sedikitnya 25 anak juga dilaporkan terpisah dari keluarga atau rombongan saat berlibur. Hal ini menambah daftar panjang kasus anak lepas dari pengawasan orang tua di kawasan wisata pantai.
Dalam catatannya, Balawisata mengungkapkan salah satu faktor yang kerap memicu peristiwa tersebut adalah kurangnya pengawasan dari orang tua. Penggunaan media sosial di lokasi wisata juga dinilai menjadi salah satu penyebab utama.
“Banyak orang tua yang lengah karena sibuk menggunakan media sosial, sehingga anak-anak mereka terlepas dari pengawasan,” ujarnya.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo