Beranda Hukum Orangtua Korban Pembunuhan di Pandeglang Desak Pelaku Dihukum Mati

Orangtua Korban Pembunuhan di Pandeglang Desak Pelaku Dihukum Mati

Polisi mengevakuasi korban pembunuhan dari rumah oelaku di Pandeglang. (Istimewa)

PANDEGLANG — Darwis (67), ayah D (27), korban pembunuhan di Pandeglang, mendesak polisi dan aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku berinisial OM (28), yang juga pacar korban.

Darwis mengaku hancur setelah mengetahui putri bungsunya meninggal akibat dicekik pelaku. Ia bahkan meluapkan amarah dan mengaku ingin bertemu langsung dengan pelaku.

“Itu anak saya yang paling bontot, jadi hancur hati saya. Kalau saya ketemu yang bunuhnya, saya juga pengen bunuh dia,” kata Darwis sambil menahan emosi, Jumat (8/5/2026).

Darwis mengatakan, pelaku dan korban sudah saling mengenal sejak sekolah. Namun, keluarga korban sejak lama tidak merestui hubungan keduanya karena menilai pelaku kerap memanfaatkan korban secara ekonomi.

Menurut Darwis, pelaku sering meminta uang kepada korban hingga menguras penghasilannya saat bekerja di Jakarta.

“Anak saya kerja di Jakarta diikutin, gajinya diambil, motor disuruh gadai lalu uangnya diambil juga. Alasannya macam-macam. Saya sudah larang anak saya, tapi tetap saja dia pergi,” ujarnya.

Ia menilai, perilaku anaknya berubah sejak mengenal pelaku. Bahkan, Darwis menyebut korban sempat kehilangan pekerjaan karena persoalan utang pinjaman online yang diduga berkaitan dengan pelaku.

“Dia berhenti kerja gara-gara pelaku ini suruh pinjam uang lewat pinjol dan bosnya tahu akhirnya dipecat. Saya yakin anak saya hancur gara-gara laki-laki itu,” tegasnya.

Darwis juga mengaku, tidak mengetahui putrinya pergi ke rumah pelaku sebelum ditemukan meninggal dunia. Selama ini korban tinggal bersama kakaknya di Kecamatan Saketi.

“Harapan saya dia dihukum mati. Kalau tidak, saya yang akan matiin dia,” ungkapnya.

Sementara itu, paman pelaku, Mardi, mengaku sama sekali tidak mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut. Ia baru mengetahui kasus itu setelah polisi datang ke lokasi.

Baca Juga :  Sidak TPA Bangkonol, Bupati Pandeglang 'Dirujak' Netizen

“Baru tahu barusan. Jangankan saya, ibunya saja enggak tahu. Tahu-tahu sudah ada polisi di sini,” katanya.

Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd