Beranda Bisnis Omzet Kulinernya Sempat Anjlok Akibat Pandemi, Kini Endang Punya 4 Cabang

Omzet Kulinernya Sempat Anjlok Akibat Pandemi, Kini Endang Punya 4 Cabang

7371
0
Endang Rukmana, pria 37 tahun yang memulai merintis usaha sejak awal Januari 2020 di Cijawa, Kota Serang

SERANG – Perjuangan melewati masa pandemi ini dirasakan oleh Endang Rukmana, pria 37 tahun yang memulai merintis usaha sejak awal Januari 2020 di Cijawa, Kota Serang.

“Awalnya masih franchise, pakai nama Geprek Djoeragan. Tapi awal Februari ketika layanan go-food saya sudah aktif, saya mengambil sebuah keputusan nekat, namun ternyata tepat, yaitu menjadikan resto saya buka 24 jam nonstop,” akunya, Minggu (22/11/2020).

Ketika bulan berikutnya pandemi Covid-19 mampir ke Banten, Endang sempat pusing lantaran omzetnya turun hingga 50% saat bulan Ramadan.



“Awalnya iya lumayan drastis (omzet turun-red), tapi bersyukur bisa bertahan dan semakin membaik. Dan dalam 6 bulan saya sudah punya tiga cabang kios sendiri yang saya kasih nama Ayam Geprek Dewek. Saya rasa ini sebuah hal yang patut saya syukuri,” ucapnya.

Peningkatan yang dialami lumayan melesat cukup tinggi di salah satu cabang, hingga mencapai 800%. Alasan mengapa akhirnya ia berani pakai nama brand sendiri yakni ketika usai mengikuti sebuah seminar dan workshop bisnis kuliner.

Karena keuletannya, cabang kedua dan cabang ketiga modalnya berasal dari keuntungan yang ditabung dari cabang pertama.

“Cabang ketiga di Ciracas tempatnya paling luas dan modalnya dua kali lipat dari cabang lainnya. Saya berani ambil resiko karena dua cabang saya sebelumnya sukses, sehingga mampu mem-backup cabang ketiga,” terangnya.

Sehubungan karena hal itu, Endang mengaku sedang mempersiapkan cabang keempatnya awal tahun depan. “Target saya tiap bulan buka satu cabang baru, semoga terlaksana,” harapnya.

Ia mengatakan pelanggannya paling banyak memesan via aplikasi online. Kalaupun pengunjung datang ke kios, Endang dan pegawainya melakukan semaksimal mungkin pencegahan Covid-19 dengan menyediakan tempat cuci tangan, sabun, dan semprotan disinfektan.

“Setiap pelanggan selesai makan, mejanya pasti kita bersihkan dengan semprotan disinfektan,” terangnya.

Tentu ia berharap seperti masyarakat lainnya mudah-mudahan pandemi segera berlalu, sehingga ekonomi kembali bergairah.

“Kalau anak sekolah, mahasiswa, dan para pegawai kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi, itu juga akan berpengaruh pada omzet bisnis saya yang akan semakin meningkat,” tutupnya.

(AU/Red/SG)