Beranda Pilkada Serentak 2020 Nyalon Walikota Cilegon di Pilkada 2020, Reno Yanuar Minta Masukan Tokoh Agama...

Nyalon Walikota Cilegon di Pilkada 2020, Reno Yanuar Minta Masukan Tokoh Agama dan Masyarakat

Reno Yanuar

CILEGON – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Reno Yanuar mengaku siap mencalonkan diri pada kontestasi Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Namun demikian sementara ini pihaknya masih perlu masukan dan restu dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan keluarga besar.

“Biarkan nanti masyarakat yang menilai, karena saya juga kan perlu restu dari tokoh-tokoh masyarakat, restu juga dari keluarga besar, dan juga restu dari partai, walaupun memang bicara internal PDIP, saya kan sudah dapat restu,” ujar Reno, Senin (24/6/2019).

Sementara ini, lanjut Reno, pihaknya masih fokus melakukan pendekatan dengan masyarakat. Itu penting guna mengetahui keinginan masyarakat terkait pemimpin Cilegon kedepan.

“Biarkan saja seperti air mengalir. Artinya kalau yang lain mengatakan siap ya sah-sah saja tidak ada masalah. Kalau saya kan lebih baik pendekatan kepada masyarakat. Saya tidak mau banyak beretorika, tidak mau banyak beruforia, yang terpenting bagaimana kita selalu dekat dengan masyarakat dan selalu berbuat untuk masyarakat,” katanya.

Dia menuturkan bahwa pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang PDI Perjuangan masih membutuhkan koalisi untuk bisa mencalonkan Walikota.

“PDIP kan Pileg 2019 ini hanya empat kursi di DPRD Cilegon. Walaupun restu itu sudah ada buat saya secara pribadi di partai, tapi kan PDIP tidak bisa mengusung sendiri. Saya juga harus bisa berkomunikasi dengan partai lain,” ucapnya.

Dia menyatakan saat ini sudah ada partai yang sudah berkomunikasi dengannya. Bahkan partai tersebut sudah menyodorkan kadernya jika berkoalisi.

“Ya alhamdulillah sih ada beberapa partai yang sudah berkomunikasi dengan PDIP, ada beberapa partai yang menyodorkan beberapa internalnya, kadernya, ada yang menyodorkan C1 kepada saya maupun C2 kepada saya, ada beberapa opsi lah, tapi yang pasti, kalau internal PDIP Alhamdulillah, tinggal kita perlu koalisi,” ungkapnya.

Dia menyatakan untuk pencalonannya nanti pihaknya bakal melakukan survei elektabilitas dan popularitas. Selain itu juga pihaknya bakal meminta masukan para tokoh.

“Nanti juga saya minta masukan beberapa tokoh masyarakat, toko ulama, akademisi, terutama keluarga besar PDIP dan keluarga besar saya. Kira-kira yang diinginkan masyarakat, saya itu harus berkoalisi dengan siapa dan berpasangan dengan siapa. Ini harus dikaji secara dalam,” paparnya.

Reno menuturkan pihaknya akan melihat beberapa opsi dalam Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Dia juga berharap pasangannya nanti bisa dekat dengan masyarakat.

“Saya mencari pasangan ini harus yang bisa bersahabat dengan masyarakat dan diinginkan masyarakat, karena masyarakatlah yang akan memilih dan masyarakatlah yang akan menilai, bukan kita yang menentukan, tapi masyarakat yang menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin. Yang terpenting buat saya harus amanah, harus benar-benar dekat dengan masyarakat karena menjadi walikota itu kan ujian, bisa tidak kita menghadapi ujian itu, karena itulah yang terpenting, harus amanah. Buat apa pemimpin dipilih masyarakat, akhirnya tidak amanah,” ujarnya.

Dikatakan bahwa tujuan seorang pemimpin harus bisa mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dan juga memiliki visi misi yang jelas.

“Apa sih visi misi pemimpin itu, karena banyak hal di Kota Cilegon ini harus dibenahi, diantaranya infrastruktur, baik itu masalah kesehatan, pelayanan kesehatan, karena kesehatan itu kan bukan hanya untuk orang kaya saja, tapi orang miskin juga harus dilayani dengan baik. Terus juga masalah pengangguran, pengangguran itu luar biasa di Kota Cilegon,” tegasnya.

Selain itu juga, kata dia, masalah pencemaran lingkungan di Cilegon yang memang masih perlu ditingkatkan lagi penanganan dan kelola lingkungannya.

“Karena Cilegon ini kan kota industri. Jangan sampai udara di Cilegon ini tidak sehat kedepannya, nanti kasihan anak cucu kita. Selain itu juga di Cilegon butuh ruang terbuka hijau yang belum memadai. Lalu kemudian juga penanggulangan bencana seperti banjir yang setiap tahun kita ini selalu mengalami banjir. Ini semua butuh penanganan serius,” imbuhnya. (Man/Red)