PANDEGLANG – Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengungkapkan kondisi memprihatinkan terkait capaian numerasi siswa Sekolah Dasar (SD) yang masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan numerasi tersebut dinilai berdampak langsung pada lemahnya pemahaman konsep dasar matematika serta kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan penalaran.
“Capaian numerasi kita pada tingkat SD masih tergolong rendah. Ini berpengaruh pada kemampuan siswa ketika berhadapan dengan konsep dan soal matematika. Mereka sering kali hanya menghafal tanpa memahami,” ujar Sutoto.
Ia menyebut, metode pembelajaran yang masih monoton dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran kontekstual menjadi salah satu penyebab utama. Menurutnya, matematika seharusnya diajarkan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami siswa.
“Pembelajaran mendalam perlu dilakukan dengan memanfaatkan media dari lingkungan sekitar agar siswa lebih mudah memahami materi,” jelasnya.
Sutoto juga menekankan perlunya setiap sekolah memiliki satu guru fasilitator yang bertugas mengimbaskan hasil pelatihan kepada guru-guru lain. Strategi ini diharapkan memperkuat kompetensi guru secara bertahap dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran matematika.
Di sisi lain, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam mengajar matematika. Ia menegaskan bahwa banyak siswa masih merasa takut atau minder ketika menghadapi pelajaran matematika, sehingga kreativitas guru sangat dibutuhkan untuk mengubah pola pikir tersebut.
“Kadang para pelajar takut terhadap mata pelajaran matematika. Karena itu, kita perlu meningkatkan inovasi dan kreativitas para guru, sehingga anak-anak dapat menyukai matematika dan memahami setiap rumus yang diajarkan,” tegas Bupati Dewi.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru adalah kunci untuk memperbaiki kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Ia mengapresiasi langkah PGRI dan asosiasi pengawas sekolah yang menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam Matematika sebagai salah satu upaya konkret memperbaiki rendahnya numerasi siswa.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan kita. Semoga para guru benar-benar memanfaatkan pelatihan ini karena hasilnya akan kembali kepada anak-anak kita,” tambahnya.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber ahli, dilaksanakan secara tatap muka klasikal, dan disertai pendampingan fasilitator lokal untuk memastikan implementasi pembelajaran mendalam dapat diterapkan di setiap sekolah.
Tim Redaksi
