Beranda Peristiwa Normalisasi Saluran Pamarayan Barat, Lahan Pertanian di Kabupaten Serang Kekurangan Air

Normalisasi Saluran Pamarayan Barat, Lahan Pertanian di Kabupaten Serang Kekurangan Air

148
0
Ilustrasi - foto istimewa google.com

SERANG  – Lahan pertanian padi yang tersebar di wilayah Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara mengalami kekeringan. Kondisi ini terjadi akibat adanya normalisasi saluran irigasi Pamarayan Barat, sehingga diberlakukan buka tutup saluran air.

Kasi Lahan dan Air pada‎ Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Yuli Saputra mengatakan bahwa tanaman padi yang kekeringan tersebut masih berumur satu bulan. Meski demikian, sejauh ini kekeringan tersebut masih dinyatakan kondisi ringan.

“‎Minggu lalu hampir 1000 hektar (kekeringan-red), tapi itu belum puso yah, karena tahapan puso itu ada tiga kategorinya, yaitu ringan, sedang, berat, baru puso,” kata Yuli, Sabtu (4/8/2018).

Dikatakannya, kekeringan terjadi lantaran adanya aktifitas normalisasi saluran Pamarayan Barat, sehingga mengakibatkan diberlakukannya buka tutup selama dua minggu.‎ Adapun dampaknya meliputi lahan pertanian padi yang ada di wilayah Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara.

“Tapi buka tutup ini berd‎asarkan hasil kesepakatan antara pelaksana pembangunan dalam hal ini Balai Besar Ciujung Cidurian dengan teman teman Gapoktan yang memang teraliri oleh Bendung Pamarayan,” ujarnya.

Namun agar kekeringan ini tidak berlarut – larut pihaknya meminta agar pada Agustus sampai September para petani dapat berkoordinasi dengan Balai Besar Ciujung Cidurian. Sebab Distan Kabupaten Serang sendiri hingga kini belum dapat memberikan solusi untuk sumber air yang lain.

“Kita kan patokannya‎ hanya Pamarayan Barat, adapun Cidurian wilayah Cikande, dia juga membutuhkan Alsin (Alat mesin pertanian-red)) yang cukup banyak, karena di setiap 100 sampai 200 hektar itu satu unit pompa, sedangkan di sana hampir 3000 hektar. Kemudian kebutuhan pompa itu dalam satu tahun tidak mencukupi semuanya,” pungkasnya. (ink/red)