Beranda Pariwisata Ngotot Launching Rest Area, Dispar Pandeglang Minta Sumbangan Anggaran ke Swasta

Ngotot Launching Rest Area, Dispar Pandeglang Minta Sumbangan Anggaran ke Swasta

Kepala Dispar Pandeglang, Asmani Raneyanti.

 

PANDEGLANG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pandeglang bakal menggelar Launching Rest Area Panimbang pada malam tahun baru, karena tidak memiliki anggaran promosi akhirnya Dispar terpaksa meminta bantuan anggaran ke perusahaan swasta.

Kepala Dispar Pandeglang, Asmani Raneyanti mengatakkan, untuk acara launching nanti Dispar sama sekali tidak memiliki anggaran promosi. Oleh karena itu ia terpaksa meminta bantuan baik pihak swasta ataupun dari perusahaan pemerintah.





“Kami bakal launching rest area di malam tahun baru, kemudian kami lobi Bank Banten, ibu (Asmani nyebut dirinya) minta agar nyediain band-nya. Kemudian ibu minta ke BJB, agar mengondisikan sound sistem dan panggungnya,” kata Asmani, Kamis (19/12/2019).

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan uang transport bagi tamu ia terpaksa harus mengeluarkan proposal ke beberapa relasi Dispar.

“Pokoknya non budgeter, sedang nyari untuk kebutuhan. Kan butuh uang transport juga. Sekarang ibu lagi nyamper-nyamper nih, lagi minta-minta sumbangan, belum makannya darimana? Kan orang undangan perlu makan. Belum ada ini dananya, belum keliatan darimana,” ungkapnya.

Menurutnya, daripada dia harus mengkondisikan tahun baru ditempat lain yang bakalnya lebih non budgeter lagi, ia lebih memilih launching rest area. “Mending sekalian itu (launching rest area), diresmikan juga, ada sumbangan juga, jadi sekalian disitu sampai pagi,” katanya dengan muka sumringah.

Ia menambahkan, saat ini Dispar sedang mengupayakan kekurangan fasilitas lainnya seperti kebutuhan listrik, air, dan paving blok untuk area parkir.

“Jadi ibu kondisikan dengan anggaran tambahan yang diusulkan dari APBD. Dapatlah sedikit-sedikit untuk listrik, air dan tempat parkir,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Promosi Wisata pada Dispar Pandeglang, Imron Mulayana menambahkan, selai pentas seni wayang golek semua kebutuhan untuk acara dananya berasal dari sponsor. Namun ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima bukan berbentuk barang melainkan dalam bentuk barang.

“Jadi yang didanai APBD itu hanya wayang golek saja, dan yang lainnya seperti band hingga kebutuhan spanduk itu dibiayai oleh sponsor. Kaya spanduk nih, mereka yang mencetaknya, kami terima jadi saja bantuan itu,” tutupnya. (Med/Red)