Beranda Bisnis New Normal, Tingkat Hunian Hotel di Banten Meningkat

New Normal, Tingkat Hunian Hotel di Banten Meningkat

433
0
Salah satu hotel di Anyer - (Mir/BantenNews.co.id)

SERANG –  Perkembangan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Banten mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) TPK hotel berbintang Banten pada Juni 2020 mencapai 24,17 persen atau naik 5,60 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 18,57 persen, sementara dibandingkan bulan yang sama tahun lalu turun 20,83 poin.

Kepala BPS Perwakilan Banten, Adhi Wiriana menjelaskan, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan baik dalam dan luar negeri pada hotel berbintang selama Juni 2020 mencapai 1,46 hari atau naik 0,25 poin dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,21 hari, dan dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, RLMT gabungan juga naik sebesar 0,11 poin.

“Meningkatnya TPK disebabkan oleh penghunian kamatr yang naik hampir di semua kelas hotel bintang di banten. Kecuali hotel bintanng satu yang turun sebesar 3,87 poin dibanding bulan yang sama pada tahun lalu,” jelas Adhi, Senini (3/8/2020).







Meski begitu, Adhi menuturkan, TPK Juni 2020 turun 20,83 poin dari sebelumnya sebesar 45,00 persen. “Penurunan TPK tahunan (year on year) ini disebabkan oleh penghunian kamar yang turun hampir di semua kelas hotel bintang di Banten. Perkembangan TPK selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih flukuatif,” tuturnya.

Namun, kata Adhi, memasuki era new normal atau kenormalan baru industri perhotelan di Banten kembali mengalami peningkatan. Pihaknya juga memprediksi TPK satu bulan ke depan akan mengalami kenaikan.
“Terutama dari sisi hotel diharapkan akan berangsur-angsur membaik,” katanya.

Sementara, General Manager Allisa Resort Hotel Anyer, Titi Masniati mengatakan, kawasan Anyer-Cinangka ramai, arus laluintas juga sempat dilakukan one way.

“Untuk hunian di hotel Allisa ada 119 room, kami hanya buka 50 persen karena pandemi, 50 persen kami buka besoknya, jadi disterilisasi, malam Sabtu dan Minggu 50 persen. Jadi kita membatasi sendiri, ada sterilisasi, kita gunakan besok pagi 50 persennya,” kata Titi.

Ia juga mengatakan, peminat ke hotelnya sebenarnya banyak karena akses ke hotelnya dekat. Namun saat pandemi ini pihaknya membatasi hunian hotel.

“Kita waitinglist saja. Kami buka hotel juga dengan menerapkan protokol kesehatan, pengunjung wajib pakai masker, diukur suhu tubuh dulu sebelum masuk, cuci tangan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Titi, untum breakfast di restoran hotelnya juga dibatasi  pengunjungnya.

“Resto kami itu kapasitasnya sebenarnya 250 orang, tapi kami batasi 30 orang saja untuk breakfast, satu jam gantian. Selain itu, di kolam renang juga kita batasi hanya 15 orang. Tamunya banyak dari luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi dari Serang juga banyak,” katanya.

Menurut Titi, hotelnya baru buka 16 Juli, untuk percobaan. “Kami baru buka 16 Juli itu trial dulu sebelum 1 Agustus. Untuk harga promo khusus kami start from Rp 489 ribu itu kita siapkan di lima kamar, lainnya diatas itu (Harganya), di hotel jami juga ada spot watersport, mancing, fitnes dan spa, tapi untuk pijat belum buka,”  ujarnya.

(Mir/Red)