LEBAK – Miris sekali kehidupan Nengsih Mulya Ningsih (45) warga Kampung Cimurutu, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, yang harus tinggal dirumah tidak layak huni bersama suami dan kedua anaknya.
Dari pantauan dilokasi, kondisi rumah yang berukuran 4×4 dengan dinding rumah yang sudah bolong, dengan atap genting dengan penyangga rapuh yang dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.
Nengsih mengatakan, bahwa dirinya sudah lima tahun tinggal dirumah tersebut dengan suami dan kedua anaknya.
“Ya, sudah lima tahun tinggal dirumah ini. Kondisi rumah yang sudah miring dan genting banyak yang bocor membuat takut rumahnya roboh,” kata Nengsih kepada awak media, Selasa (4/8/2026).
Ia mengungkapkan, jika musim penghujan tiba, atap rumah banyak yang bocor sehingga air banyak yang masuk kedalam rumah.
“Iya banyak yang bocor. Terus kalau ada angin juga masuk kedalam karena kondisi dinding sudah banyak yang bolong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dirinya bersama suami bukan tidak mau membangun rumahnya, tapi dengan tidak adanya uang terpaksa dirinya bersama keluarganya tinggal dirumah tersebut.
“Bukan tidak mau membangun pak, tapi penghasilan suami yang sebagai buruh penyadap karet hanya menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari saja,” ungkapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Lebak dapat membantu memperbaiki rumahnya agar keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
“Semoga saja pemerintah bisa membantu pembangunan rumah saya,” ucapnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor : TB Ahmad Fauzi
