Beranda Pemerintahan Namanya Bubur Terasi, Isinya Bikin Pelajar Pandeglang Melek Literasi

Namanya Bubur Terasi, Isinya Bikin Pelajar Pandeglang Melek Literasi

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz membuka Festival Literasi Pandeglang. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mendorong budaya literasi masyarakat melalui Festival Bubur Terasi atau Budaya Menggemburkan Literasi. Pemkab tidak hanya menyasar pembaca dewasa, tetapi juga pelajar dari tingkat TK hingga SMA.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Pandeglang, Neneng Nuraeni mengatakan festival berlangsung selama tiga hari dengan kegiatan yang menyesuaikan kelompok usia peserta.

“Harapannya setelah kegiatan ini, selama tiga hari ada beberapa kegiatan yang kami bagi berdasarkan kelompok umur. Jadi tidak hanya menyangkut orang dewasa, tetapi juga anak SMA, SMP, SD, sampai TK,” kata Neneng, Selasa (22/9/2026).

Neneng mengatakan, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Karena itu, panitia memasukkan sejumlah tema lain seperti lingkungan, kesehatan, mendongeng hingga hiburan.

“Juga ada kegiatan literasi lingkungan yang akan disampaikan oleh Pak Ardi. Ada kegiatan-kegiatan hiburan lainnya, ada borangan, komika, dan pendongeng,” ujarnya.

Pada hari ketiga, DPAD Pandeglang mengangkat tema literasi kesehatan untuk remaja. Neneng menilai tema tersebut penting karena sejumlah persoalan kesehatan juga menyasar kelompok remaja di Pandeglang.

“Nanti hari ketiga ada literasi kesehatan buat remaja. Ini penting mengingat saat ini kesehatan remaja banyak sekali kasus-kasus yang menimpa remaja di Kabupaten Pandeglang,” jelasnya.

Neneng menegaskan, festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. DPAD Pandeglang ingin memperluas kegiatan literasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya sampai di sini. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih sukses lagi, lebih banyak lagi pesertanya yang ikut kegiatan-kegiatan di festival literasi,” tegasnya.

Menurut Neneng, antusiasme pelajar dan masyarakat terlihat dari jumlah peserta dalam sejumlah kegiatan. Bahkan, beberapa agenda mencatat peserta lebih banyak dari perkiraan panitia.

Baca Juga :  Optimalkan Perbaikan Jalan, Walikota Tangerang Harapkan Kolaborasi Semua Pihak

“Ini bisa dilihat dari keikutsertaan masyarakat, anak sekolah, maupun tingkat SD, SMP yang antusias sekali. Sehingga kadang-kadang kita lebih over peserta. Itu menunjukkan bahwa minat literasi mereka tinggi,” katanya.

Festival tersebut menjadi salah satu upaya DPAD Pandeglang memperluas pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan masyarakat mencari, memahami, dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd