Beranda Hukum Nalar Pandeglang Desak BK Beri Sanksi Tegas Oknum Dewan Pelaku Pencabulan

Nalar Pandeglang Desak BK Beri Sanksi Tegas Oknum Dewan Pelaku Pencabulan

Ketua Perkumpulan Nalar Kabupaten Pandeglang Rudi

PANDEGLANG – Nila setitik rusak susu sebelanga. Begitulah yang menggambarkan kasus dugaan pencabulan oknum anggota DPRD Kabupaten Pandeglang.

Perkumpulan Nalar Kabupaten Pandeglang mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Pandeglang untuk memberikan sanksi tegas pada oknum dewan yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap gadis asal Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,

Ketua Perkumpulan Nalar Pandegang, Rudi Yana Jaya menyampaikan, dengan beredarnya kabar oknum dewan melakukan tindakan asusila, terlebih sudah masuk ranah kepolisian maka sudah sepatutnya BK memanggil yang bersangkutan.

“BK harus memanggil yang bersangkutan, dan bila terbukti benar dugaan asusila, maka BK harus segera menjatuhkan sanksi yang pantas, sesuai Kode Etik yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota dewan,” kata Rudi, Rabu (23/11/2022).

Rudi mengaku sangat sedih dan miris mendengar kabar oknum dewan yang melakukan tindakan tercela. Bahkan Rudi juga meminta pada pimpinan partai yang menaungi oknum Y agar segera memberikan sanksi pada yang bersangkutan karena telah mencoreng nama baik partainya.

“Mestinya masyarakat disuguhkan prestasi, bukan kabar dugaan asusila atau pencabulan. Partai apapun, nasional atau berbasis agama, harus memperjuangkan martabat dan marwah perempuan,” tegasnya.

Rudi menyarankan, agar anggota dewan yang terkena masalah sebaiknya berkonsentrasi dulu menghadapi masalahnya. “Sebaiknya konsentrasi dulu dengan masalah sendiri, sebelum menyelesaikan masalah masyarakat,” terangnya.

Terakhir Rudi menambahkan bahwa tindakan asusila oleh siapapun tidak dibenarkan dan termasuk dosa besar yang harus dijatuhi hukuman berat, dan bila terbukti benar apa yang dituduhkan maka partai harus menindaknya.

“Pecat dan harus di-PAW, karena tindakan melecehkan perempuan, jangan dibiarkan dan dikasih ruang, partai yang membiarkan kadernya berperilaku seperti itu, jangan mengaku sebagai partai yang menghormati perempuan,” tutupnya.

(Med/Red)