Beranda Olahraga Musorkab KONI Pandeglang Diprediksi Sengit, 6 Balon Ambil Formulir

Musorkab KONI Pandeglang Diprediksi Sengit, 6 Balon Ambil Formulir

Musyawarah Kabupaten KONI Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG – Musyawarah Kabupaten KONI Kabupaten Pandeglang diprediksi akan berlangsung sengit. Soalnya, hingga Sabtu  (24/8/2019) tercatat sudah ada 6 bakal calon yang mengambil formulir sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Pandeglang periode 2019-2023.

Enam orang yang mengambil formulir itu adalah Wawan Sofwan Kasi Haji Kemenag Pandeglang, Sirojudin Aulia pengurus KONI Pandeglang dan Banten, Mustandri Kabag Perlengkapan Setda Pandeglang, Olis Solihin Kepala Inspektorat Pandeglang, dan Endang Sapoetro pegawai BUMN.

Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua KONI Pandeglang, Muhaemin mengatakan, para bakal calon baru mengambil formulir dan belum ada yang mengembalikan. Ia berharap para balon memperhatikan batas waktu pendaftaran yakni Selasa 27 Agustus 2019 pukul 16.00.

“Balon agar memerhatikan syarat pendaftaran yang sudah diumumkan agar saat memasukan pendaftaran tidak ada kesalahan atau kurang berkas,” kata Muhaemin di KONI Pandeglang, Sabtu (24/8/2019).

Muhaemin menyatakan, pelaku atau insan olahraga yang memenuhi syarat diperbolehkan mendaftar karena Musorkab KONI kali ini sangat terbuka dan demokratis.

“Kalau dulu,  Musorkab sepi calon ketua. Kalau sekarang ramai. Ini bukti bahwa KONI Pandeglang dibawah kepemimpinan H Syahruddin mampu menciptakan suasana yang demokratis dan egaliter atau dalam olahraga dikenal dengan sportif. Siapapun yang nantinya terpilih diharapkan yang terbaik,” beber mantan Ketua PWI Pandeglang ini.

KONI Harus Punya Daya Saing
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pandeglang Syahruddin berpesan agar pelaksanaan Musorkab berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

Tujuannya kata Syahruddin tiada lain agar KONI ke depan punya daya saing, mendapat kepercayaan dari pemerintah dan stake holder lainnya, serta mampu menjadi lembaga yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Tim penjaringan harus terliti dalam mengevaluasi berkas balon yang masuk. Tujuannya agar tidak ada yang merasa kecewa karena mereka sudah mau mengurusi olahraga,” kata pria yang juga maniak olahraga catur ini. (Ink/Red)