Beranda Peristiwa Musda Pemilihan Ketua KNPI Pandeglang Ricuh

Musda Pemilihan Ketua KNPI Pandeglang Ricuh

Suasana di luar gedung acara KNPI Pandeglang - foto istimewa

PANDEGLANG – Pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pandeglang yang digelar disalah satu hotel di Pandeglang diwarnai aksi protes dari salah satu kubu hingga menyebabkan kericuhan.

Seorang tamu undangan Musda KNPI yang enggan disebutkan namanya menceritakan bahwa awalnya proses Musda berjalan lancar, namun pada saat kedua calon dipersilakan menyampaikan visi dan misi masing-masing kericuhan mulai terjadi.

“Awalnya sedang berjalan penyampaian visi dan misi, nah ketika jaro Dedi (salah satu calon) dipanggil tidak ada. Terus giliran pas Pujianto menyampaikan visi misi dari panitia mengatakan kalau ini Dedi tidak menyampaikan visi misi akan diaklamasikan,” ucapnya saat dihubungi wartawan, Minggu (26/7/2020).

Mendengar pernyataan itu, rombongan dari grup Cipayung merasa tidak terima dan menuding bahwa Musda ini sudah diatur untuk memenangkan salah satu pihak.

“Rombongan Cipayung langsung ke depan mengatakan bahwa OKP ini memang banyak yang (diduga) bukan OKP tapi organ taktis atau ilegal, dari Cipayung juga (menuding) ini sudah dikondisikan karena banyak OKP yang sudah disiapkan untuk pemilihan. Intinya tidak ada kesepakatan lah dan kalau melihat dari runtutannya diduga ini memang sudah dikondisikan dari awal,” ucapnya.

Ia melanjutkan, karena tidak ada kata sepakat adu mulut antar kedua belah pihak hingga pemecahan kaca pun tidak terelakkan. Bahkan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi harus turun tangan untuk meredam keributan.

“Ada pemecahan kaca juga tapi ga tau siapa yang melakukannya. Kalau dari Cipayung ini hanya ingin musda KNPI ini berjalan dengan baik tidak ada titipan-titipan. Memang dari awal pimpinan sidang juga kayanya pesanan sebab semua berasal dari Serang. Sekarang lagi di mediasi di Polres Pandeglang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, dari 12 orang yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua KNPI hanya 2 orang saja yang ditetapkan menjadi calon yakni Dedi dan Pujianto.

Hingga berita ini diturunkan proses mediasi masih berjalan di Polres Pandeglang antara kedua belah pihak dan BantenNews.co.id masih berusaha meminta keterangan resmi dari pantai penyelenggara kegiatan.

(Med/Red)