PANDEGLANG – Kondisi memprihatinkan SDN 2 Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, memicu sorotan tajam DPRD Pandeglang. Selama hampir enam tahun, siswa belajar di ruang kelas yang retak tanpa bangku, sementara pemerintah daerah dinilai belum menunjukkan langkah nyata untuk memperbaiki sekolah tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb Udi Juhdi menilai, kondisi itu mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan.
Ia bahkan menyebut Pemkab Pandeglang abai karena membiarkan kerusakan sekolah berlarut-larut hingga mengancam keselamatan siswa.
“Ya saya rasa memang demikian. Saya anggap abai, terutama dari korwil. Kenapa tidak melaporkan ke Disdikpora Pandeglang? Atau memang sudah dilaporkan, tetapi tidak ada tindak lanjut,” kata Udi, Rabu (22/7/2026).
Udi menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan bangunan sekolah rusak selama bertahun-tahun. Apalagi, dinding ruang kelas SDN 2 Padahayu sudah retak dan berpotensi membahayakan siswa maupun guru saat proses belajar berlangsung.
Ia mengapresiasi pemberitaan media yang mengungkap kondisi sekolah tersebut. Menurutnya, informasi itu menjadi dasar bagi Komisi IV DPRD Pandeglang untuk mendorong percepatan revitalisasi SDN 2 Padahayu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media atas informasinya. Ini akan menjadi prioritas kami dan akan saya dorong ke Disdikpora melalui program revitalisasi,” ujarnya.
Udi juga mengkritik kinerja Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang. Menurutnya, dinas tidak boleh hanya menunggu laporan ketika kondisi sekolah sudah rusak parah.
Ia mendesak Disdikpora rutin turun ke lapangan untuk mendata dan memantau kondisi seluruh sekolah agar kerusakan dapat ditangani lebih cepat.
“Saya mendesak Dinas Pendidikan agar lebih proaktif mendeteksi kondisi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang,” tegasnya.
Udi meminta Pemkab Pandeglang segera mengalokasikan anggaran perbaikan SDN 2 Padahayu. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh lagi membiarkan siswa belajar dalam kondisi yang tidak layak.
“Pemkab Pandeglang harus segera menganggarkan. Apalagi Presiden Prabowo Subianto saat ini memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, kondisi SDN 2 Padahayu menjadi perhatian publik setelah terungkap para siswa belajar di ruang kelas yang retak tanpa bangku. Sebagian siswa terpaksa duduk di lantai menggunakan meja kecil, sementara plafon yang berlubang mengancam keselamatan mereka setiap hari. Kondisi itu telah berlangsung hampir enam tahun tanpa perbaikan.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
