CILEGON — Muktamar XI Al-Khairiyah akan digelar selama tiga hari, 16–18 September 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kampus Al-Khairiyah Kota Cilegon.
Ketua Steering Committee (SC) Muktamar XI Al-Khairiyah, Dr. Rafiudin, mengatakan sejumlah tokoh nasional dan pejabat pemerintah akan diundang dalam agenda organisasi tersebut.
“Semua kita undang. Termasuk Pak Presiden kita undang, Pak Jokowi juga kita undang. Gubernur-gubernur juga kita undang,” ujar Dr. Rafiudin.
Selain Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) panitia juga mengundang Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Menurut Rafiudin, undangan juga diberikan kepada berbagai pihak terkait.
“Pak Ma’ruf juga karena kita dulu kita undang. Semua kita undang, termasuk pihak-pihak terkait,” katanya.
Muktamar XI Al-Khairiyah nantinya tidak hanya membahas agenda internal organisasi. Sejumlah agenda penting akan dibahas, mulai dari Anggaran Rumah Tangga (ART), rekomendasi organisasi, hingga penyusunan program kerja.
Salah satu agenda utama dalam Muktamar adalah pemilihan Ketua Umum Al-Khairiyah.
“Iya, pemilihan ketua,” kata Rafiudin.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Ketua Umum saat ini kembali mencalonkan diri, Rafiudin mengatakan keputusan sepenuhnya berada di tangan muktamirin.
“Keputusan ada sama muktamirin nanti ketika Muktamar. Memang ada beberapa cabang yang mengundang beliau, tapi kembali lagi kepada muktamirin,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada nama calon lain yang secara resmi muncul untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum. Namun, Rafiudin menyebut kemungkinan tersebut masih dapat berubah menjelang pelaksanaan Muktamar.
“Sejauh ini masih belum ada yang muncul, tapi tidak tahu nanti ketika waktunya semakin dekat,” katanya.
Muktamar XI Al-Khairiyah juga akan melibatkan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah wilayah yang disebut akan diundang di antaranya Lampung, Palembang, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan, dan Jawa Tengah.
Rafiudin menegaskan, panitia hanya bertugas mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, sementara keputusan organisasi sepenuhnya menjadi kewenangan muktamirin.
“Panitia hanya menyiapkan kegiatan. Aktivitas sepenuhnya pada muktamirin,” ujarnya.
Seluruh rangkaian Muktamar XI Al-Khairiyah dijadwalkan dipusatkan di Kampus Al-Khairiyah pada 16–18 September 2026.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
