Beranda Info Warga MUI Pandeglang Persilahkan Warga Salat Idul Adha Berjamaah di Mesjid

MUI Pandeglang Persilahkan Warga Salat Idul Adha Berjamaah di Mesjid

252
0
Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Hamdi Ma'ani.

PANDEGLANG – Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Hamdi Ma’ani mempersilahkan warga untuk menjalankan salat Idul Adha berjamaah di mesjid atau musala yang ada di daerahnya masing-masing.

Kata Hamdi, saat ini Kabupaten Pandeglang tidak termasuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, namun demikian masyarakat diminta tetap waspada dan hati-hati.

“Sekalipun (salat) Idul Adha dilaksanakan di mesjid tetapi DKM harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan yang sungguh-sungguh, jadi ditingkatkan menejemen DKM nya gitu,” jelas pria yang akrab disapa Abah ini, Jumat (9/7/2021).

Terkait aturan kapasitas yang hanya memperbolehkan setengah dari kapasitas ruangan, Abah memandang hal itu bukan masalah karena biasanya saat pelaksanaan salat Idul Adha banyak masjid dan musala yang bisa digunakan sehingga jumlahnya bisa disesuaikan.

“Sekarang itu karena sudah banyak mesjid dan kalau Idul Adha di mesjid dan musala tiap kampung juga melaksanakan, jadi dengan demikian peserta salat Idul Adha insyaallah berkurang,” ucapnya.

Dirinya berharap pada semua masyarakat Kabupaten Pandeglang untuk mematuhi program pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 agar Pandeglang bisa kembali ke zona hijau.

“Abah hanya menyarankan patuhi program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan cara 3M dan 3BHM (Berwudhu dengan sempurna, Berdoa, Beribadah dengan baik, Hindari Maksiat). Sebaiknya tetap dilaksanakan di mesjid kalau belum darurat. Pandeglang juga bukan zona merah dan mudah-mudahan bisa kembali jadi zona hijau,” ungkapnya.

Abah juga berpesan agar masyarakat tidak terlalu takut berlebihan pada penyakit ini. Sebab kata dia, dengan takut yang berlebihan malah bisa menurunkan imunitas tubuh dan bisa gampang terkena penyakit.

“Jadi begini, Corona ini bukan untuk ditakuti tetapi untuk disikapi dengan bijaksana dan hati-hati, jangan sampai masyarakat ketakutan karena takut jadi stres dan malah imun jadi lemah harus tetap semangat,” tutupnya. (Med/Red)