Beranda Bisnis Mudik 2019, PT ASDP Merak Uji Coba Sistem Digital Manifes Penumpang

Mudik 2019, PT ASDP Merak Uji Coba Sistem Digital Manifes Penumpang

163
0
Kendaraan pribadi mengantre masuk kapal di Pelabuhan Merak - foto istimewa

CILEGON – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak bakal menerapkam sistem manifes penumpang secara digital yang akan diterapkan di Pelabuhan Merak.

Sistem baru ini juga bakal diberlakukan pertama kali jelang mudik 2019. Sistem ini diklaim sesuai aturan International Maritim Organization (IMO), dimana mewajibkan setiap kapal yang akan berlayar harus memiliki manifes.

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Solikin menyatakan akurasi alat manifes baru yang diterapkan di Pelabuhan Merak tersebut mempunyai akurasi tinggi dan cukup simpel yakni hanya menggunakan Kartu Penduduk Elektronik (e-KTP) dan mampu merekam maksimal 8 detik.

“Kita sudah melakukan percobaan menggunakan e-KTP dan bisa langsung merecord nama penumpang sesuai manifes,”¬†kata Solikin ditemui di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Kamis (16/05/2019).

Dia menyatakan pihaknya tidak akan memberangkatkan kapal jika tidak menyelesaikan manifes penumpang.

Pihaknya juga menjamin, data penumpang untuk arus mudik kali ini akan lebih akurat karena menggunakan digitalisasi. Sedangkan tahun lalu, pendataan penumpang masih dilakukan secara manual.

“Nanti ada alat khusus berupa scanner tiket setelah penumpang merekam manifes menggunakan e-KTP dan nanti bisa memilah penumpang ini naik kapal mana,” katanya.

Dengan akurasi tinggi dan kecepatan alat baru tersebut, Solikin yakin tidak akan terjadi penumpukkan pemudik hingga keluar pelabuhan.

“Sementara bagi yang belum memiliki e-KTP atau tertinggal KTP-nya, maka akan diketik secara manual. Sedangkan bagi anak-anak yang belum memiliki kartu identitas maka namanya akan dimasukan sesuai nama orangtuanya,” terangnya.

Sedangkan bagi penumpang bus dan kendaraan pribadi yang dinaiki banyak orang, kata dia, masih menggunakan sistem lama, hanya di catat jenis kendaraan, plat nomor dan jumlah penumpangnya.

Namun demikian pihaknya tidak menjamin akan terjadi error sistem pada alat baru tersebut ketika terjadi kepadatan pemudik.

“Untuk alat ini kita sinergi BUMN dengan Telkom. Kita optimis alat ini berjalan dengan baik,” terangnya. (Man/Red)