KAB. SERANG — Pagi itu di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kabupaten Serang, suasana tak sekadar formal. Ratusan peserta pelatihan berdiri tegap, sebagian tegang, sebagian lagi menyimpan harapan baru.
Mereka datang bukan hanya untuk belajar, tapi untuk membuka jalan hidup yang lebih pasti.
Di tengah barisan itu, Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, hadir membuka pelatihan security dan koperasi desa Merah Putih. Namun, yang terjadi setelah seremoni justru menjadi momen paling membekas.
Tanpa banyak basa-basi, Najib mengajak peserta maju. “Push up lima kali,” ucapnya. Ia ikut turun, bersama para pejabat lainnya.
Lantai aula pun menjadi saksi pemimpin dan rakyatnya bergerak dalam ritme yang sama, sederhana, tapi penuh makna.
Bagi sebagian peserta, lima kali push up itu mungkin terasa ringan. Tapi bagi banyak lainnya, itu seperti simbol: bahwa perjalanan menuju masa depan dimulai dari kesiapan diri baik fisik, mental, dan tekad.
Sebanyak 220 peserta mengikuti pelatihan security, sementara 160 lainnya mengikuti pelatihan koperasi desa. Ini baru gelombang pertama.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan hingga 2.000 orang bisa terlibat dalam program serupa.
“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini ikhtiar kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja,” kata Najib.
Ia menyebut, sektor penempatan kerja terbuka luas mulai dari industri, perhotelan, hingga pariwisata. Namun satu syarat utama: kesiapan.
“Kalau mau bekerja, harus siap. Fisik harus kuat, mental harus tangguh,” tegasnya.
Di balik program ini, ada wajah-wajah yang membawa cerita masing-masing. Lulusan baru yang belum dapat kerja, kepala keluarga yang ingin penghasilan tetap, hingga anak muda yang mencari arah hidup. Mereka datang dengan satu tujuan yaitu berubah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, memastikan pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Selama 140 jam pelajaran, peserta akan digembleng disiplin, fisik, hingga keterampilan kerja tanpa dipungut biaya.
“Gratis, tapi serius. Kami juga siapkan penempatan kerja setelah pelatihan,” ujarnya.
Pemerintah daerah menggandeng industri dan sektor perhotelan agar lulusan pelatihan langsung terserap. Sertifikasi juga menjadi bekal penting agar peserta tidak sekadar lulus, tetapi siap bersaing.
Di sudut aula, beberapa peserta tampak masih tersenyum usai sesi push up. Mungkin sederhana, tapi bagi mereka, itu bukan sekadar gerakan tubuh. Itu adalah awal dari langkah panjang menuju kehidupan yang lebih baik.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
