Beranda Pendidikan Moli Gelar Aksi Solidaritas Pelarangan Buku

Moli Gelar Aksi Solidaritas Pelarangan Buku

1084
0

SERANG – Komunitas Motor Literasi dan para penggiat literasi di Banten menggelar buka lapak buku di Alun-alun Kota Serang, Rabu (14/8/2019). Mereka melakukan hal tersebut sebagai aksi solidaritas kepada komunitas Vespa Literasi Probolinggo yang sempat disita bukunya oleh pihak aparat kepolisian serta penyitaan buku di toko buku Gramedia yang dilakukan oleh Brigadir Muslim Indonesia.

Malik Makovsky, selaku Ketua Pelaksana dari Motor Literasi dan masih tercatat sebagai mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten pada aksi solidaritas kali ini mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan aparat maupun LSM dengan menyita buku adalah aksi kesewenang-wenangan yang pro pada kebodohan.

“Buku itu memberikan ruang-ruang intelektual jadi ketika maraknya penyitaan buku, seperti mengajak kita kembali pada zaman jahiliyah.”

Di tempat yang sama, Bo’e, pegiat literasi dari SMKN 2 Kota Serang yang ikut dalam aksi solidaritas tersebut ikut menyayangkan. “Saya pelajar yang sedang belajar mencintai buku-buku. Kesal dan kaget sih ada pelarangan buku. Padahal buku bisa mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya kecewa.

Dari aksi solidaritas tersebut mereka menuntut agar tidak ada lagi aksi-aksi pelarangan buku dan meminta pemerintah mendukung gerakan literasi yang dilakukan oleh anak-anak muda di Banten.

Seperti diketahui bahwa gerakan literasi yang diinisiasi oleh komunitas dan TBM di Banten telah berlangsung lama dan cukup menggembirakan. Hampir tiap hari selalu ada kegiatan-kegiatan literasi yang inspiratif.

“Gerakan literasi adalah implementasi dari menegakkan perintah Allah, sehingga orang-orang yang melakukan razia sama halnya dengan menafikkan perintah itu,” ungkap Malik. (Dhe/Red)