Beranda Sosial dan Budaya Miris! Nenek di Tangsel Ini Tinggal di Rumah Bilik Reyot

Miris! Nenek di Tangsel Ini Tinggal di Rumah Bilik Reyot

292
0
Kondisi Rumah nenek Fatimah (75)

TANGSEL – Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang merupakan Kota satelit dan modern, penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, dipenuhi pengembang-pengembang besar, ternyata di dalamnya masih banyak permasalahan.

Masalah yang selalu tampak di Kota bermoto Cerdas, Modern, Religius (CMORE) itu adalah terkait perumahan.

Belum selesai masalah rumah reyot tak layak huni milik seorang Janda bernama Yekah yang sampai saat ini masih belum dibangun, kini awak media menemukan kembali seorang nenek di kampung PTPN 8, Rt.12/04, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, yang tinggal di rumah dengan kondisi yang sama.

Pada saat perumahan-perumahan real estate berdiri kokoh dan apartemen-apartemen tinggi menjulang di Bumi Serpong Damai (BSD), rumah nenek bernama Fatimah (75) itu yang tak jauh beda seperti gudang, berdiri rapuh di dekat BSD.

Saat ditemui BantenNews.co.id, kondisi rumah nenek Fatimah sangat memprihatinkan. Bilik yang yang menjadi tembok rumah sudah habis dimakan rayap, serta atapnya sudah hancur, sehingga ketika hujan rumah reyot itu kebocoran.

“Ya beginilah kondisinya, atapnya sudah habis, makannya kalo ujan ya banjir,” ujar Wulan, yang merupakan anak Fatimah di kediamannya, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Wulan, dirinya sebagai anak terakhir tidak bisa berbuat apa-apa lagi lantaran kondisi ekonominya sangat pas-pasan.

Dirinya mengaku sudah mengajukan untuk perbaikan atau bedah rumah kepada Disperkimta Tangsel pada awal 2019 lalu, namun belum ada tanggapan sama sekali.

“Kalo buat rumah ibu ini saya belum bisa memperbaiki sendiri. Saya juga sudah pernah ngajuin ke Perkim tapi ya gitu, belum ditanggapi,” ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Rumah Tapak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel Era mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Cilenggang bahwa rumah tersebut sudah masuk ke usulan 2020.

“Iya ini sudah kita masukkan usulan. Tapi untuk lebih pasti, tolong WA foto KTP pemilik rumahnya ya takut keliru,” kata Era kepada BantenNews.co.id lewat pesan Whatsapp, Sabtu (14/9/2019).

Berdasarkan penelusuran awak media di kampung tersebut terdapat 4 rumah yang tak layak huni milik Ujang Nanang (42), Muhidin (48), Isin Bin Sana, dan Fatimah (75). (Ihy/Red)