Beranda Peristiwa Miris! Ibu Hamil Ditandu Pakai Sarung Sejauh 6 KM ke Puskesmas

Miris! Ibu Hamil Ditandu Pakai Sarung Sejauh 6 KM ke Puskesmas

308
0
Warga menandu Karsinah, ibu hamil di Kabupaten Pandeglang. (Foto : ist)

PANDEGLANG – Buruknya infrastruktur membuat warga di Kabupaten Pandeglang kesulitan, termasuk saat hendak berobat. Karsinah, ibu hamilĀ  asal Kampung Sawah, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu menggunakan sarung sejauh 6 kilometer. Perempuan yang hamil 8 bulan itu diantar 12 orang menuju jalan terdekat yang bisa dilalui ambulans.

Satria, warga yang ikut mengantar menceritakan, Karsinah mengalami pendarahan akibat kelelahan. Ia dibawa keĀ  Puskemas Pembantu (pustu) untuk mendapat perawatan pada Kamis (28/3/2019) sore kemarin. Tapi karena kondisi darurat, ia diputuskan untuk dibawa ke Puskesmas Cikeusik.

“Dari pustu jalan 6 kilo (meter) kurang lebih. Saya ada tapi nggak ngegotong, yang ngegotong keluarganya juga ada 12 orang bergantian,” kata Satria saat dihubungi wartawan melalui ponsel dari Serang, Banten, Jumat (29/3/2019).

Selama ditandu, Karsinah katanya terus mengalami pendarahan. Tapi untungnya, ia dibantu oleh petugas kesehatan dari pustu.

“Pendarahan masih terus untung ada obatnya dari pustu tadi. Petugasnya juga ikut jalan kaki,” ujarnya.

Keluarga dan pengantar menurutnya tidak bisa memaksakan membawa Karsinah menggunakan motor. Jalan yang berlubang dan penuh genangan bisa membahayakan. “Kalau motor maksain bisa, tapi nggak ada pilihan lain,” katanya.

Setelah jalan 6 kilometer, Karsinah kemudian dibawa ambulans begitu sampai ujung jalan yang sudah dicor. Ia langsung dibawa ke Puskesmas Cikeusik dan saat ini sudah mendapatkan rujukan ke RSUD Berkah. “Jadi langsung dibawa ke rumah sakit ke ruang persalinan,” pungkasnya.

Kejadian warga sakit ditandu sendiri sudah sering di Desa Leuwibalang. Beberapa minggu lalu, bahkan warga desa yang sama ditandu karena sakit kronis.

“Sudah sering di Leuwibalang mah, yang kemarin juga kan di facebook orang sini,” tegas Satria. (ink/red)