Beranda Bisnis Minim Partisipasi Dalam ‘Kue Investasi’ di Cilegon Disoal Pengusaha

Minim Partisipasi Dalam ‘Kue Investasi’ di Cilegon Disoal Pengusaha

Suasana Musyawarah Cabang BPC Gapensi Cilegon. (Foto : Gilang)

CILEGON – Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Banten, Lulu Kaking menegaskan bahwa pengusaha lokal sejatinya mampu bersaing dengan pengusaha asal luar daerah yang terus berdatangan di Banten, khususnya di Kota Cilegon.

Dalam sambutannya di Musyawarah Cabang VI BPC Gapensi Cilegon di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (18/12/2018), Lulu menyikapi fenomena kondisi itu seiring dengan pesatnya laju investasi yang masuk.

“Industri itu seharusnya lebih baik dengan pengusaha lokal, tapi kenapa kok seperti disepelekan oleh industri. Terlepas dari itu, tapi yang tak kalah penting anggota kita perlu pembinaan juga. Bagaimana caranya agar pengusaha lokal menjaga kualitas. Agar jangan sampai ingin dilibatkannya menggebu-gebu, tapi setelah dilibatkan hasilnya mengecewakan,” pesan Lulu di hadapan kalangan usahawan.

Menanggapi hal itu, Mantan Ketua BPC Gapensi Cilegon, Epi Saefullah mengatakan persoalan minimnya tingkat partisipasi pengusaha lokal dalam pertumbuhan investasi di Kota Cilegon lantaran turut dipicu oleh sejumlah hal.

“Saya kira, yang harus dilakukan itu adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik, baik itu dengan pemerintah kota maupun industri. Juga dari investasi yang masuk, kita berharap agar pemerintah kota bisa memediasi antara investor dan pengusaha jasa konstruksi yang tergabung dalam Gapensi, apalagi tahun 2019 mendatang akan banyak lagi investasi yang masuk,” ujarnya.

Pria yang kembali maju dalam bursa pemilihan Ketua Gapensi Cilegon periode 2018-2023 mendatang ini menuturkan, tak hanya berkutat pada persoalan investasi semata, seraya terus memperbaiki kinerjanya, usahawan juga dituntut cermat dalam menyikapi peluang usaha dari program pengembangan industri yang sudah ada.

“Seperti penambahan kapasitas produksi dalam sebuah pabrik juga butuh pelaksana konstruksi. Makanya kami juga mengimbau kepada kalangan industri agar ada keberpihakan dan diberikan kesempatan pengusaha Cilegon, tentunya dengan persaingan usaha yang sehat dan profesionalisme,” jelasnya.

Fenomena itu pun tak ditampik oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, Sahruji yang juga turut hadir dalam kesempatan itu. Namun menurutnya dari kondisi itu seharusnya dapat dijadikan momentum oleh usahawan Cilegon untuk bangkit dan mampu bersaing.

“Itu sunatulloh, semua di atas langit masih ada langit. Kalaupun kita sudah punya jam terbang, masih ada lagi di atasnya. Kalau dalam persaingan itu ada pengusaha lain yang lebih baik dari pengusaha Cilegon, itu manusiawi. Makanya dari situ seharusnya menjadi tolak ukur kita untuk belajar. Kalau kita sudah merasa yang paling hebat, ya musibah itu,” katanya.

Dalam kapasitasnya yang juga pemimpin di wadah organisasi pengusaha, kata dia, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi kepentingan pengusaha lokal pada sejumlah investor asing yang masuk ke Cilegon.

“Dulu saat Osaka (PT Krakatau Osaka Steel) masuk, Nippon Steel masuk, yang mampu dikerjakan (pengusaha) lokal saya dorong melalui Kadin. Itu sudah menjadi kinerja dan prestasi bagi saya. Bagaimana seluruh pengusaha yang akan masuk ke maincon, berkomunikasi dan kami seleksi,” tandasnya. (dev/red)