Beranda Bisnis Minim Fasilitas, Sejumlah Pedagang Pasar Kalodran Kota Serang Tolak Kenaikan Retribusi

Minim Fasilitas, Sejumlah Pedagang Pasar Kalodran Kota Serang Tolak Kenaikan Retribusi

420
0
Pasar Kalodran, Serang, Banten.

SERANG – Sejumlah pedagang kios dan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kalodran resah terkait isu kenaikan retribusi harian pasar. Sebab Pemkot Serang menaikan dua kali lipat retribusi harian menjadi Rp4000.

Salah seorang pedagang kios yang enggan disebutkan namanya mengatakan pihaknya keberatan terkait kebijakan Pemkot Serang menaikan retribusi harian. Menurutnya naiknya retribusi harian pasar tidak menyesuaikan dengan fasilitas yang ada di Pasar Kalodran.

“Sebenarnya saya dan sejumlah pedagang di sini mengaku belum tahu dan merasa keberatan ada isu kenaikan salar menjadi empat ribu rupiah. Soalnya gak sebanding dengan kondisi pasar yang fasilitasnya masih buruk,” ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, ia juga keberataan karena toko miliknya diminta oleh oknum petugas untuk membayar sewa tahunan kios. Ia berharap Pemkot Serang bijak dalam memutuskan tarif retribusi pasar.

“Tadi saya dengar-dengar sih per kios diminta bayar perpanjang sewa kios 300 ribu rupiah pertahun. Intinya saya mau protes aja. Kok informasinya gak nyampai ke para pedagang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Yoyo Wicaksono membenarkan Pemkot Serang akan menaikan tarif retribusi harian untuk pasar yang ada di Kota Serang.

Menurutnya kenaikan tersebut sudah sesuai kesepakatan antara DPRD Kota Serang dan Pemkot Serang.

“Itu sudah disosialisasikan sejak Desember lalu . Udah ditempel pamflet juga di sana. Kenaikan retribusi untuk mendorong PAD Kota Serang. Sementara soal iuran sewa toko pertahun 300 ribu itu tidak ada. Jika ada catat aja, siapa yang nagih itu. Nanti dikasih tahu ke saya,” ujarnya. (Dhe/Red).