PANDEGLANG – Anggota DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi mempelajari tersebarnya tangkapan layar (screenshoot) percakapan dirinya dengan warga Kecamatan Bojong yang saat ini sedang viral di Media Sosial (Medsos).
Kata Iing, selama ini dia merasa adalah salah satu dewan yang selalu mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakatnya. Dia mengaku tidak pernah membedakan antara yang memilih dirinya ataupun warga yang tidak memilihnya.
“Saya rasa saya salah satu anggota dewan yang aspiratif menerima masukan seluruh masyarakat artinya saya tidak pernah mengkotak-kotakkan masyarakat. Saya tidak pernah memilah milih masyarakat yang memilih saya atau yang tidak memilih saya. Selama masukan itu baik saya rasa akan tetap diperjuangkan di parlemen,” jelas Iing pada Bantennews.co.id melalui sambungan telepon, Selasa (19/5/2020)
“Nanti akan saya pelajari terlebih dahulu, memang secara pribadi saya merasa dirugikan. Kenapa merasa dirugikan? karena multi tafsir dari masyarakat bahwa seolah-olah percakapan ini negatif,” sambungnya.
Padahal kata Iing, jika dilihat percakapannya secara utuh disitu terdapat saling mengkritisi dan saling mengkoreksi serta memberikan masukan antara dirinya sebagai anggota dewan dan warga tadi.
“Contohnya kata dia (warga) saya harus belajar tentang parlemen dan saya juga memberikan masukan agar dia belajar bagaimana cara memilih wakil rakyat supaya tidak salah menentukan pilihan. Ya sama-sama memberikan masukan, menurut saya perdebatan yang ringan,” ujarnya.
Saat ditanya apakah permasalahan ini akan dibawa ke jalur hukum dia mengaku akan mempertimbangkan terlebih dahulu untung dan ruginya jika masalah ini diteruskan melalui jalur hukum.
“Untuk langkah selanjutnya saya lihat perkembangannya saja dulu. Saya merasa tercemar nama baik saya karena banyak multi tafsir dari masyarakat seolah-olah saya tidak pro rakyat, terus screenshot pribadi di ke Medsos. Kalau langkah hukum saya pelajari dulu plus minusnya,” tutupnya. (Med/Red)
