Beranda Kampus Menteri P2MI dan Ketum IKA Untirta Komitmen Cetak 500 Ribu PMI Terampil

Menteri P2MI dan Ketum IKA Untirta Komitmen Cetak 500 Ribu PMI Terampil

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menggandeng Ikatan Alumni Untirta (IKA Untirta) untuk meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemerintah menargetkan mencetak sekitar 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil hingga 2029 untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global.

Guna mendukung target tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) Lamhot Sinaga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan kompetensi, edukasi migrasi aman, serta pemberdayaan pekerja migran Indonesia dan keluarganya.

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pekerja migran Indonesia yang lebih kuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi alumni, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan penguatan kapasitas calon pekerja migran menjadi salah satu fokus pemerintah agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi kebutuhan pasar kerja global, khususnya pada sektor formal.

“Kita membangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran dari hulu sampai hilir,” ujar Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2025).

Menurut dia, kerja sama dengan IKA Untirta difokuskan pada peningkatan kapasitas, sosialisasi, dan edukasi terkait migrasi aman. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi program SMK Go Global yang menargetkan sekitar 500 ribu tenaga kerja kompeten untuk kebutuhan pasar internasional sepanjang 2026 hingga 2029.

“Kita memperkuat pelindungan sekaligus meningkatkan kapasitas pekerja migran agar mampu memasuki pasar kerja global, khususnya pada sektor formal dan tenaga kerja terampil,” katanya.

Ketua Umum IKA Untirta Lamhot Sinaga menyatakan kesiapan organisasi alumni untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program nasional penguatan pekerja migran Indonesia.

Baca Juga :  Alex Lechner dari Monash University Beri Kuliah di Untirta

Menurutnya, IKA Untirta memiliki jaringan alumni dari berbagai disiplin ilmu yang dapat dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan pelindungan pekerja migran.

“Kami memiliki alumni dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan pasar kerja global, mulai dari teknik, bahasa, pendidikan hingga bidang lainnya. Potensi ini dapat disinergikan untuk mendukung program peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia,” kata Lamhot.

Ia menuturkan, IKA Untirta juga memiliki jaringan alumni yang bekerja di berbagai negara dan sektor industri. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada calon pekerja migran.

“Kami banyak mengetahui kisah sukses pekerja migran Indonesia, termasuk dari alumni Untirta yang saat ini bekerja di berbagai sektor di luar negeri. Pengalaman mereka menjadi pembelajaran berharga untuk membangun ekosistem pekerja migran yang lebih baik, lebih aman, dan lebih profesional,” ujarnya.

Lamhot menegaskan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pelindungan pekerja migran dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga mereka kembali ke tanah air. IKA Untirta siap berkontribusi melalui pelatihan, edukasi, penyebarluasan informasi, hingga pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya,” katanya.

Ia berharap semakin banyak pekerja migran Indonesia yang berangkat secara prosedural, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar global, serta mendapatkan pelindungan yang optimal selama bekerja di luar negeri.

“Harapan kami, pekerja migran Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus membawa manfaat bagi keluarga dan daerah asalnya,” ujar Lamhot.

Melalui kolaborasi tersebut, IKA Untirta diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas akses informasi, meningkatkan kompetensi calon pekerja migran, serta memperkuat pelindungan PMI dan keluarganya sebagai bagian dari dukungan terhadap target nasional pencetakan 500 ribu pekerja migran terampil hingga 2029. ***

Baca Juga :  Tips Kulit Sehat Dan Bersinar saat New Normal