Beranda Pemerintahan Menteri Keuangan dan Menteri PUPR Berharap Infrastruktur di Banten Proaktif Terhadap Masyarakat...

Menteri Keuangan dan Menteri PUPR Berharap Infrastruktur di Banten Proaktif Terhadap Masyarakat Pelosok

140
0
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim. (Ade F/bantennews).

SERANG – Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono berharap pembangunan infrastruktur di Banten dapat menjawab kebutuhan seluruh masyarakat pelosok desa.

Sri Mulyani menyampaikan program dari pemerintah melalui PUPR yang dibiayai anggaran negara untuk semua desa-desa di Indonesia bisa memperbaiki infrastruktur di desa. Terutama yang masih memiliki kesulitan air bersih dan sanitasi.

“Tadi PLN juga memberikan sambungan listrik kepada masing-masing rumah tangga. Sebab selama ini mereka nyantol dan bayar kepada tetangganya, sekarang mereka memiliki sendiri dengan harga yang sama,” kata Sri Mulyani, Jumat (15/3/2019).

“Pendapatan belanja uang negara yang berasal dari pajak dari bea cukai kita kumpulkan dan kita gunakan untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Sehingga masyarakat tetap nyaman terutama kelompok masyarakat miskin bisa mendapatkan fasilitas listrik yang baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Sri Mulyani mengajak masyarakat setempat agar menciptakan pola hidup yang sehat. Kemudian masyarakat mampu menjaga lingkungan tetap bersih. Terutama kepada masyarakat yang masih sembarang membuang kotoran.

Menurutnya, masyarakat di desa tidak mungkin akan menjadi sejahtera apabila masyarakat masih buang kotoran di mana-mana. Yang disampaikan oleh Menteri PU itu betul kalau dibuangnya di halaman, tidak di tempat seharusnya. Kotorannya merembes ke tanah masuk bersama air, terus bapak dan ibu sekalian nyedot air tanahnya untuk minum.

“Jadi kita meminum kotoran kita sendiri. Makanya anak-anak kemudian menjadi diare, anak-anak dibawah 5 tahun diare terus menerus karena makanan yang masuk tidak menjadi gizi. Kalau masa kecilnya sering sakit dan otaknya tidak berkembang, dia tidak akan mampu sekolah meskipun dikirim ke sekolah disuruh menghafal Al Quran juga nggak bisa, jadi penting sekali anak-anak kita tuh harus sehat maka air minum dan sanitasi tadi menjadi penting,” ucapnya. (Dhe/Red).