Beranda Nasional Mentan Ajak Petani Milenial Perkuat Kedaulatan Pangan

Mentan Ajak Petani Milenial Perkuat Kedaulatan Pangan

Ali Alhamdi (27 tahun), salah satu petani milenial dari Kabupaten Konawe Selatan yang kini berpenghasilan cukup lumayan.

 

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani milenial untuk memperkuat posisi kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Mentan dalam program Menteri Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) yang digelar oleh BPPSDMP di ruang Agricultural War Room (AWR) Kementan, Jakarta Selatan.

Menurut Mentan, kedaulatan pangan adalah kunci atas berbagai kemajuan bangsa yang harus diperjuangkan bersama sebagai nilai kemanusiaan.

“Jadi yang paling penting dari pertanian itu adalah mampu gak kita membangun mindset dalam hati dan pikiran kita bahwa yang kita kerjakan ini sesuatu yang bersentuhan pada tugas, fungsi dan peranan kemanusiaan. Karena itu mau gak kita membangun agenda intelektual bahwa yang kita punya tugas ini adalah amanah dalam menjaga makanan. Inilah saatnya kita memperkuat kedaulatan pangan,” ujar Mentan, Jumat, 26 November 2021.

Mentan meyakinkan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan manusia terhadap penjagaan sektor pertanian maka akan selalu mendapat balasan langsung dari Tuhan Yang Maha Esa. Balasan itu antara lain berupa kemulyaan dan kebahagiaan.

“Mengurus makanan rakyat itu anugerah Tuhan lah, dan yang pasti akan mendapat catatan baik dari malaikat. Kalau begitu menjadi petani, menjadi penyuluh, menjadi Kadis bahkan menjadi menteri sekalipun adalah rahmat Tuhan. Saya berharap kita semua bisa memperkuat kedaulatan pangan kita dengan menjaga pertanian. Tanamkan dalam hati bahwa yang kita lakukan ini adalah ibadah,” katanya.

Apalagi, kata Mentan, sektor pertanian selama masa pandemi terbukti mampu menjadi penopang ekonomi nasional. Bahkan pertanian mampu membuka banyak lapangan kerja melalui produksi hilirisasi yang berorientasikan ekspor.

“Makanya kalau kita mau menjadi pejuang maka kita harus membuat kebaikan bagi bangsa ini. Yang kedua kita harus bersemangat dalam melakukan sesuatu. Apalagi kita ini menyediakan makan bagi banyak orang, jadi tidak boleh mundur,” katanya.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki hamparan luas lahan subur. Juga merupakan negara penghasil produk pertanian berkualitas yang dibutuhkan banyak negara.

“Kalau begitu pekerjaan ini hebat, pekerjaan ini ada jaminan Tuhan. Kita sudah punya modal alam yang subur, air yang cukup, matahari yang bersinar dan udara yang bagus. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tutupnya. (Red)