KAB. TANGERANG – Malam itu, Se.Tujuan Coffee & Eatery di Kelapa Dua berubah menjadi ruang penuh tawa, dentingan gitar, dan obrolan hangat. Di panggung kecil, komunitas band anak muda melantunkan lagu-lagu yang akrab di telinga, sementara aroma kopi menguar, memeluk setiap sudut kafe. Tapi ada yang berbeda di balik suasana santai ini, ada pesan serius yang dibawa: kesadaran membayar pajak.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, hadir langsung bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah. Bukan dengan podium resmi atau ruangan formal, melainkan duduk dekat dengan anak-anak muda, berbicara santai tentang kontribusi nyata untuk daerah.
“Dengan membayar pajak, kalian sudah ikut membangun jembatan, jalan, sekolah, dan layanan kesehatan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya sambil tersenyum.
Bukan hanya soal bicara pajak, Tangkab Moment juga menjadi ajang kreatif. Kepala Bapenda, Slamet Budhi, menjelaskan bahwa acara ini adalah wadah bagi generasi muda mengekspresikan bakat entah lewat musik, komunitas, atau diskusi sambil menyerap informasi penting tentang program pemerintah.
Di sudut lain, petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sibuk melayani pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) gratis. Beberapa peserta yang belum punya KTP digital langsung mendaftar di tempat, sebuah bentuk jemput bola pelayanan publik yang jarang dilakukan malam hari.
Bagi banyak milenial yang hadir, Tangkab Moment lebih dari sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman yang mengubah cara pandang bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tapi juga jembatan menuju kemajuan bersama.
Kedepan, Pemkab Tangerang berencana menjadikan Tangkab Moment acara rutin. Dengan kemasan yang semakin interaktif, diharapkan generasi muda bukan hanya penikmat acara, tapi juga motor penggerak pembangunan daerah.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
