
SERANG – Manajemen Aston Anyer Beach Hotel angkat bicara terkait keluhan wisatawan atas lonjakan harga kamar hotel di kawasan wisata Anyer selama libur Lebaran 2026.
General Manager Aston Anyer Beach Hotel, Nandang Permana, mengatakan tingkat hunian kamar mengalami peningkatan signifikan sejak pertengahan Maret 2026.
“Sejak 17 Maret okupansi mulai naik. Per 19 Maret, yang bertepatan dengan Hari Nyepi, sudah mencapai 90 persen, bahkan beberapa hari terakhir menyentuh 100 persen,” kata Nandang, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas tamu berasal dari wilayah Jabodetabek. Sementara wisatawan dari luar daerah seperti Bandung tetap ada, namun jumlahnya tidak terlalu dominan.
Menurut Nandang, tingginya okupansi turut berdampak pada peningkatan pendapatan hotel. Dalam sehari, pendapatan hotel berkisar antara Rp170 juta hingga Rp210 juta.
“Kondisi ini cukup membantu meningkatkan pendapatan, terutama pada Maret yang sebelumnya terdampak Ramadan sehingga okupansi tidak setinggi biasanya,” ujarnya.
Terkait isu kenaikan harga, Nandang menegaskan tarif kamar di hotelnya tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut harga masih berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per malam, tergantung tipe kamar.
“Secara harga relatif sama seperti tahun lalu. Permintaan memang tinggi, tapi kami tetap menyesuaikan dengan pasar,” katanya.
Sebelumnya, wisatawan mengeluhkan lonjakan harga kamar hotel di kawasan Anyer yang dinilai tidak wajar. Salah satu wisatawan, Lestanto, menyebut tarif kamar yang biasanya berkisar Rp1,6 juta hingga Rp1,8 juta per malam melonjak hingga Rp7 juta saat periode liburan.
Ia juga mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada penginapan kelas menengah ke bawah. Tarif yang sebelumnya di bawah Rp500 ribu dilaporkan naik menjadi jutaan rupiah per malam.
Bahkan, paket menginap untuk keluarga atau rombongan disebut dapat mencapai Rp20 juta untuk kapasitas enam orang.
Menurutnya, lonjakan tarif ini diduga dipicu tingginya permintaan selama libur Lebaran yang tidak diimbangi dengan ketersediaan kamar.
Wisatawan pun diimbau untuk melakukan pemesanan lebih awal serta membandingkan harga sebelum memutuskan menginap.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo